“Sentra ini kami dorong sebagai rumah produksi bersama sekaligus wahana peningkatan kapasitas pelaku IKM, mulai dari akses fasilitas produksi, pelatihan teknis, hingga penguatan manajemen usaha,” ungkap Reni saat peresmian Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, baru-baru ini.
Dirjen IKMA menambahkan, industri fesyen memiliki kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kemenperin mencatat, jumlah sektor IKM pakaian jadi sekitar 590 ribu unit usaha, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang.
“Oleh karena itu, pengembangan sentra IKM menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran sektor tersebut dalam struktur industri nasional,” imbuhnya.
Reni mengemukakan, dukungan anggaran dan fasilitas pengembangan Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam dilaksanakan melalui mekanisme DAK fisik tahun anggaran 2024 dan 2025.
Selain pembangunan infrastruktur fisik, pemerintah juga menyalurkan DAK nonfisik pada tahun anggaran 2025 untuk mendukung pengembangan kapasitas kelembagaan pengelola sentra.
Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, antara lain fasilitas produksi modern yang dilengkapi mesin dan peralatan untuk mendukung standardisasi kualitas produk, lokasi yang strategis, serta keberadaan sentra di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kuala Lobam yang memberikan fasilitas bea ekspor dan impor sebesar nol persen.
Selain itu, kedekatan geografis dengan negara tujuan ekspor utama seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina turut mendukung efisiensi biaya logistik.
“Keunggulan tersebut diharapkan dapat menjadi katalis bagi pelaku IKM fesyen di Kabupaten Bintan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar ekspor,” ungkapnya.
















