Total investasi sektor otomotif telah mencapai Rp194,22 triliun dengan penyerapan tenaga kerja langsung hampir 100 ribu orang.
Dalam konteks pasar kawasan, Indonesia tetap mempertahankan posisi terdepan di ASEAN dengan penjualan kendaraan mencapai 865.723 unit pada 2024.
Namun demikian, rasio kepemilikan mobil nasional masih relatif rendah, yakni 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kondisi ini menunjukkan potensi besar pasar domestik Indonesia untuk terus berkembang ke depan.
Memasuki tahun 2026, industri otomotif menunjukkan indikasi stabilisasi yang didorong oleh kinerja ekspor yang tetap kuat, percepatan pengembangan kendaraan elektrifikasi, serta penguatan permintaan pada akhir tahun 2025 yang menjadi sinyal positif bagi pasar domestik.
Proyeksi penjualan mobil nasional berada di kisaran 850 ribu unit, atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025.
Meskipun demikian, pemulihan pasar domestik berlangsung secara bertahap seiring tantangan daya beli, pembiayaan, dan dinamika rantai pasok global.
Sepanjang 2025, penjualan wholesale tercatat 803.687 unit atau turun 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penjualan ritel turun 6,3 persen menjadi 833.712 unit.
Di sisi lain, ekspor kendaraan utuh meningkat 9,7 persen menjadi 518.212 unit, menunjukkan bahwa daya saing Indonesia sebagai basis produksi otomotif global tetap terjaga, meskipun industri menghadapi dinamika permintaan domestik dan global.















