Peningkatan produksi dan kinerja ekspor sawit tersebut turut mendorong kenaikan NTP subsektor perkebunan hingga mencapai level tertinggi.
Kondisi ini mencerminkan membaiknya kesejahteraan petani sawit, seiring meningkatnya permintaan dan harga yang lebih kompetitif di tingkat petani.
Hilirisasi kelapa sawit juga terbukti mampu meningkatkan nilai tambah (value added) produk secara signifikan, berkisar antara 3 hingga lebih dari 30 kali lipat dibandingkan hanya mengekspor CPO mentah.
Secara umum, hilirisasi dapat meningkatkan nilai ekonomi 3–10 kali lipat, bahkan untuk produk bernilai tinggi seperti vitamin E dan oleokimia tertentu, nilai tambahnya dapat mencapai lebih dari 30 kali lipat.
Pengembangan industri hilir sawit saat ini telah menghasilkan lebih dari 193 jenis produk turunan, mulai dari pangan, kosmetik, bahan kimia, hingga bioenergi.
Transformasi ini tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga meningkatkan harga di tingkat petani, memperluas lapangan kerja, serta menciptakan efek ekonomi berantai yang luas.***
Sumber: Kementan


















