Lokasi tersebut dinilai lebih dekat dengan bandar udara serta didukung ketersediaan akomodasi yang memadai di sekitarnya.
“Java Jazz Festival selama perhelatannya telah menghadirkan 4000 musisi dari mancanegara, perpindahan lokasi ke NICE salah satu alasannya lokasi yang dekat dengan bandara jadi memudahkan musisi internasional menuju venue,” katanya.
“‘Beyond The Horizon Where Dreams Take The Stage’ menjadi tema kita karena kita ingin expand to a bigger space, beberapa yang kita coba buat terkait dengan konsep acara archipelago karena kita ingin mengikutsertakan juga beberapa musik dari daerah,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Dewi juga menyampaikan harapan agar Kementerian Ekraf dapat berkolaborasi dalam mendukung perhelatan tersebut.
Berdasarkan data penyelenggara, pengunjung Java Jazz terbesar berasal dari kawasan Asia Tenggara dengan persentase mencapai 52 persen, disusul kawasan Amerika, Eropa, hingga Afrika.
Audiensi turut dihadiri Direktur Keuangan PT Java Festival Production Dwi Cahyono. Sedangkan Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Direktur Musik Mohammad Amin.***















