Karena itu, pengembangan kapasitas aparatur perlu disiapkan secara sistematis, baik dari sisi kompetensi, distribusi, maupun penyesuaian kebutuhan jabatan sesuai arah kebijakan organisasi.
“Program strategis nasional memerlukan dukungan birokrasi yang lincah dan berorientasi hasil. Untuk itu, penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan agar aparatur mampu bekerja secara adaptif, kolaboratif, dan fokus pada pencapaian target nasional,” tambahnya.
Kementerian PANRB akan terus mendorong penataan kelembagaan instansi Badan Gizi Nasional agar semakin selaras dengan mandat organisasi dan kebutuhan pelayanan publik.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan desain organisasi, penyelarasan proses bisnis, serta pengembangan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) agar lebih siap mendukung pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.
Sinergi
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pengembangan layanan program gizi membutuhkan dukungan kelembagaan yang kuat dan SDM yang memadai agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif hingga menjangkau masyarakat secara luas.
“Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi organisasi dan memastikan kesiapan aparatur dalam mendukung pelaksanaan tugas BGN,” ujarnya.
Pada audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat kolaborasi antara Kementerian PANRB dan BGN dalam membangun tata kelola kelembagaan yang efektif serta SDM aparatur yang unggul.
Dengan dukungan birokrasi yang semakin adaptif dan profesional, pemerintah optimistis pengembangan layanan program gizi nasional dapat berjalan lebih terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan.***
Sumber: Kementerian PANRB













