TERASJABAR.ID – Kenang masa lalu, suasana penuh kehangatan menyelimuti kediaman Hj.Tien Kartini di Jalan Sukasari, Gunung Pongpok, Kota Tasikmalaya, Minggu (05/04/2026).
Puluhan mantan pejabat dan ASN Pemerintah Kota, Kabupaten, Ciamis, Banjar dan Kota Bandungyang terhimpun dalam Persatuan Wiredatama Republik Indonesia (PWRI) tumpah menggelar Riung Mungpulung dan Silaturahmi pensiunan berdinas tahun 1995-2000.
Kegiatan tersebut dihadiri mantan Bupati dan Walikota Tasikmalaya, yakni H.Suljana, H.Syarif Hidayat, H.M. Yusuf, H.Budi Budiman, H.Dede Sudrajat, Ibu Hj Adang Roeslan, jajaran PWRI Bandung, Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd.Diky Candranegara, serta mantan pejabat penting lainnya.
Mereka berkumpul untuk mengenang masa lalu, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan satu sama lain. “Silaturahmi dan pertemuan yang sangat mengharukan terutama di zaman teknologi saat ini,” ujar Budi Budiman.
Ketua PWRI Kota Tasikmalaya, H.Rahmat Kurnia, menyampaikan terima kasih atas solidnya kehadiran anggota PWRI dalam agenda tahunan ini. “Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya sehingga jalinan silaturahmi dapat terus terjaga. Walau sudah purna tugas, semangat pengabdian dan persaudaraan tidak boleh purna,” tegas Rahmat Kurnia.
Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd.Diky Candranegara, mengapresiasi kekompakan para purna pejabat dan ASN yang masih erat menjaga tali silaturahmi. “Di forum seperti ini kami tidak bisa banyak bicara. Kami hanya bisa meminta arahan dan masukan dari para sesepuh untuk kemajuan Kota Tasikmalaya,” ujar Diky Candra usai kegiatan.
Diky Candranegara mengakui bahwa ia tidak berani banyak bicara di depan para senior walikota terdahulu. Ia memilih lebih banyak mendengar dan meminta maaf bila mana pola komunikasi junior senior masih jauh dari yang diharapkan.
Diky Candranegara juga sempat menghibur tamu undangan dengan kisah pasutri dalam berkomunikasi, yang membuat para hadirin tertawa.
Acara ini diakhiri dengan tausiah dari dari mantan Walikota Tasikmalaya, H.Syarif Hidayat, dan sesi ramah tamah dengan alunan tembang kenangan masa lalu. Lagu-lagu lawas yang diputar membuat para tamu larut dalam kenangan masa pengabdian dan dinamika pemerintahan di era 1990-an hingga awal 2000-an.(KRIS)









