terasjabar.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 15 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

KEPO BRUTAL “Saat Mencari Aib, Jadi Budaya “

Herman by Herman
13 Okt 2025 07:47
in Opini, Berita Utama
Reading Time: 5 mins read
A A
0
KEPO BRUTAL “Saat Mencari Aib, Jadi Budaya “

Oleh Subchan Daragana

Ada masa ketika rasa ingin tahu adalah tanda kecerdasan. Orang yang ingin tahu dianggap hidup, kritis, dan terbuka. Tapi di zaman digital ini, rasa ingin tahu sering berubah jadi candu. Kita tidak lagi ingin tahu untuk memahami, tapi untuk membandingkan, menilai, bahkan menelanjangi. Dunia maya memelihara budaya baru — kepo brutal — di mana rasa ingin tahu kehilangan malu, dan komunikasi kehilangan jarak.

Kata “kepo” dulu hanya bahasa gaul yang lucu. Asalnya dari Hokkien “kay poh” (雞婆), berarti orang yang suka ikut campur urusan orang lain. Dalam bahasa Mandarin, “ji po” berarti wanita cerewet yang selalu ingin tahu urusan orang.

Tapi di Indonesia, maknanya berubah: kepo tidak selalu berarti negatif, kadang malah dianggap lucu, bahkan identitas sosial. “Aku kepo banget sama dia,” bisa berarti ingin tahu karena penasaran, empati, atau sekadar ikut tren percakapan. Namun ketika rasa ingin tahu itu tidak lagi dibingkai oleh nilai, ia berubah menjadi invasi — penyerbuan ke ruang pribadi yang dulu dianggap tabu.

Secara budaya, masyarakat Nusantara punya tradisi komunikasi yang penuh rasa. Ada tepa selira, ada rasa malu, ada eling lan waspada — semua mengajarkan kesadaran untuk tidak melampaui batas orang lain. Orang dulu bertanya dengan halus, menyapa dengan tatakrama. Tapi di era digital, semua batas itu mencair. Algoritma membuka tirai kehidupan orang lain, dan tanpa sadar, kita semua jadi penonton yang menilai. Privasi berubah jadi tontonan, dan kepo jadi gaya hidup.

ADVERTISEMENT

Di sini, kepoan bukan lagi tanda ingin tahu, tapi tanda kehilangan arah tahu. Orang ingin tahu bukan karena ingin memahami, tapi karena takut ketinggalan. Fear of missing out — FOMO — itulah agama baru dunia digital. Setiap unggahan orang lain seperti bisikan: “Lihat, hidupku lebih seru dari hidupmu.” Maka orang membuka gawai bukan untuk mencari ilmu, tapi untuk menenangkan rasa tidak cukup. Kita scroll tanpa sadar, mencari validasi bahwa kita masih relevan, masih diperhatikan, masih dianggap ada.

RELATED POSTS

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

Bandung, City of Memories

MORAL FATIGUE

Secara psikologis, kepoan adalah cermin dari kekosongan diri. Ia tumbuh dari perasaan tidak aman, dari keinginan membandingkan diri dengan orang lain. Konsep social comparison yang pernah dijelaskan Leon Festinger (1954) kini terjadi setiap detik di layar ponsel kita. Kita menilai diri lewat pantulan hidup orang lain, padahal yang kita lihat hanyalah versi terkurasi dari realitas.

Hidup orang lain tampak sempurna karena mereka hanya menampilkan yang layak ditonton. Sementara kita, menonton sambil merasa kalah. Ironisnya, semakin sering kita kepo, semakin hampa kita rasakan — karena yang kita cari sebenarnya bukan kabar orang lain, tapi pengakuan atas diri sendiri.

Page 1 of 3
123Next
Tags: Subchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi
Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

15 Mar 2026 21:02
“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “
Berita Utama

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

13 Mar 2026 04:38
WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)
Berita Utama

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

11 Mar 2026 08:56
Bandung, City of Memories
Berita Utama

Bandung, City of Memories

2 Jan 2026 03:20
MORAL FATIGUE
Berita Utama

MORAL FATIGUE

25 Des 2025 17:36
THE MIRRORING ATTITUDE (Cermin Langit)
Opini

THE MIRRORING ATTITUDE (Cermin Langit)

19 Des 2025 07:52
Next Post
Tanpa Yamal, Barcelona Hadapi Tantangan Berat di Markas Newcastle

Lamine Yamal Siap Tempur, Barcelona Optimistis Jalani Laga El Clasico

Crystal Palace Tegas! Tak Ada Tekanan untuk Jual Adam Wharton ke Manchester United

Crystal Palace Tegas! Tak Ada Tekanan untuk Jual Adam Wharton ke Manchester United

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

10 Mar 2026 15:30
Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

12 Mar 2026 15:51
Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

11 Mar 2026 16:24
Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17  Apartemen The Suites Metro Bandung

Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17 Apartemen The Suites Metro Bandung

11 Mar 2026 19:57
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

0
Lahan  3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

Lahan 3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

0
Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

0
Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

0
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

15 Mar 2026 21:02
Lahan  3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

Lahan 3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

15 Mar 2026 20:45
Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

15 Mar 2026 20:40
Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

15 Mar 2026 16:43
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.