Menurutnya tantangan administrasi publik saat ini tidak lagi bersifat teknis semata, banyak hal yang dihadapi seperti kompleksitas kebijakan lintas sektor, koordinasi pusat dan daerah.
Kemudian tuntutan masyarakat yang tidak hanya ingin dilayani, namun juga ingin didengar bahkan ingin dilibatkan. Negara tidak bisa berjalan sendirian, namun memerlukan banyak aktor dan sektor yang akan bersama sama memenuhi kebutuhan masyarakat.
Yang tersulit dalam reformasi birokrasi bukan hanya struktur atau perilaku, tapi yang tersulit adalah budaya. Budaya reformasi birokrasi akan semakin kuat jika ekosistem budaya kita lebih kuat.
“IAPA tetap ingin menjadi mitra berfikir pemerintah, menjadi jembatan antara kampus dengan birokrasi. Kampus tidak bisa berdiri sendiri kemudian birokrasi saling melengkapi dengan kampus, dan semoga kami bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara,” katanya.***
















