TERASJABAR.ID – Kekurangan serat terjadi ketika asupan serat dari makanan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh.
Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan hingga meningkatkan risiko penyakit serius.
Karena itu, mencukupi kebutuhan serat sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Serat tidak hanya berperan dalam menjaga kelancaran pencernaan, tetapi juga berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.
Sekitar 70 persen sel imun berada di saluran pencernaan.
Jika asupan serat kurang, fungsi pencernaan dapat terganggu dan daya tahan tubuh pun ikut menurun.
Selain diperoleh dari makanan, kebutuhan serat juga bisa dipenuhi melalui suplemen serat bila diperlukan.
Kurangnya serat dapat menimbulkan berbagai keluhan.
Salah satunya adalah sembelit, yang ditandai dengan tinja keras dan sulit buang air besar.
Selain itu, kekurangan serat juga dapat membuat kadar gula darah lebih sulit dikendalikan, terutama pada penderita diabetes.
Kondisi ini juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan karena serat berperan memberi rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, pola makan tinggi protein tanpa diimbangi serat dapat membuat tubuh mudah lelah dan mual.
Kekurangan serat juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang pada akhirnya dapat memperbesar risiko penyakit jantung.
Kebutuhan serat harian berbeda pada setiap orang.
Pria umumnya memerlukan sekitar 30–38 gram serat per hari, sedangkan wanita usia 18–50 tahun membutuhkan sekitar 25 gram.
Namun, rata-rata konsumsi serat masyarakat hanya sekitar 15 gram per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, serta berbagai buah.
Jika asupan dari makanan masih kurang, suplemen serat bisa menjadi pilihan dengan tetap berkonsultasi kepada dokter.-*












