TERASJABAR.ID – Iran mengeluarkan ancaman akan menyerang infrastruktur energi di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas terbesarnya.
Ini menjadi serangan pertama yang secara langsung menargetkan produksi bahan bakar fosil Iran sejak konflik berlangsung.
Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa fasilitas energi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar bisa menjadi sasaran dalam waktu dekat.
Ancaman ini muncul setelah laporan media pemerintah Iran menyebutkan bahwa ladang gas raksasa South Pars menjadi target rudal, yang diduga dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat.
Serangan terhadap pusat produksi gas tersebut menandai eskalasi signifikan dalam konflik, karena sebelumnya sektor minyak dan gas Iran relatif tidak tersentuh.
Situasi ini memicu lonjakan harga minyak global yang mendekati 110 dolar per barel, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan, terutama dengan adanya blokade di Selat Hormuz.
Media Iran juga menyebut sejumlah target potensial di negara-negara Teluk, termasuk kilang dan kompleks petrokimia besar.
Warga di sekitar lokasi tersebut diminta segera menjauh demi keselamatan.
Sejumlah pejabat Iran mengecam langkah AS dan Israel sebagai tindakan berisiko tinggi yang dapat memicu perang ekonomi besar.
Sementara itu, pihak Qatar memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi akan berdampak serius pada keamanan energi global dan stabilitas kawasan.
Di tengah konflik, serangan drone dan rudal telah mengganggu ekspor energi kawasan hingga sekitar 60 persen, memperburuk ketegangan pasar energi dunia.-***














