Pertumbuhan sektor manufaktur tersebut sejalan dengan indikator kepercayaan industri yang tetap berada pada zona ekspansi sepanjang triwulan I 2026.
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2026 tercatat sebesar 54,12, Februari 2026 sebesar 54,02, dan Maret 2026 sebesar 51,86, yang seluruhnya berada di atas level 50 atau menunjukkan fase ekspansi.
Selain itu, kondisi tersebut juga konsisten dengan Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada triwulan I 2026, IKBM berada pada level 51,37 atau dalam zona ekspansi, yang mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha saat ini maupun prospeknya ke depan.
Menperin menjelaskan, indikator IKBM menggambarkan persepsi pelaku industri terhadap aktivitas bisnisnya, yang meliputi komponen pesanan, produksi, tenaga kerja, waktu pengiriman, serta persediaan bahan baku.
“Nilai IKBM sebesar 51,37 berarti di atas 50 menunjukkan bahwa mayoritas pelaku industri berada dalam fase ekspansi, baik dari sisi produksi maupun permintaan,” jelasnya.
Adapun pertumbuhan industri pengolahan pada Triwulan – I 2026 ditopang oleh sejumlah subsektor unggulan. Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,04 persen, antara lain karena meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, peningkatan produksi beras, serta permintaan ekspor CPO dan CPKO.
Sementara itu, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh sebesar 10,35 persen, seiring meningkatnya permintaan global terhadap komponen elektronik dan baterai.

















