TERASJABAR.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta.
Pada kesempatan ini, hadir Ketua Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii; Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti; serta para pejabat dari kedua belah instansi.
Harapannya, melalui MoU tersebut semakin kuat sinergi lintas intansi untuk membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat Indonesia yang tangguh bencana.
Mendikdasmen menuturkan bahwa momentum ini sejalan dengan keinginan Kemendikdasmen untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri kepada para murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.
“Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue (SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah”, tuturnya, dikutip laman resmi Kemendikdasmen.
Sementara itu, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa sinergi ini penting mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa namun berisiko tinggi terhadap bencana.
Ia menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam hal potensi bencana, termasuk megathrust yang diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.
Ia juga menambahkan, bahwa berdasarkan amanah undang-undang, masyarakat tidak terdampak yang berada di sekitar lokasi bencana memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan awal sembari menunggu petugas.
















