TERASJABAR.ID – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan fondasi penting dalam proses pendidikan serta pembentuk awal sebuah karakter bagi seorang anak.
Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menempatkan program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun sebagai program prioritas serta mendorong kebijakan Satu Desa Satu TK guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Salah satu dari program prioritas kami adalah Wajar 13 Tahun yang dimulai dari pendidikan dasar pada jenjang PAUD/TK. Tentunya program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Karena itu, kami bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berkomitmen melalui program Satu Desa Satu TK,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat meresmikan gedung baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 31 di Semarang, Jawa Tengah.
Pada peresmian ini, Menteri Abdul Mu’ti turut menyoroti pentingnya PAUD sebagai modal dasar penanaman rasa percaya diri dan sikap menghargai pada anak.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran di TK harus mengedepankan aspek bermain untuk melatih motorik, membangun rasa bahagia akan belajar, serta mengembangkan potensi anak usia dini.
“Praktik pembelajaran di tingkat dasar juga harus menyasar pada pentingnya seluruh profesi. Tidak hanya dokter atau tentara, pendidikan di TK juga harus membuat anak ingin menjadi seorang petani atau nelayan. Seperti halnya di Kota Semarang, anak-anak harus bisa mengenali lingkungan alam, sosial, serta karakteristik tempat yang ia tinggali,” papar Menteri Mu’ti.
















