Terkait implementasi program Wajar 13 Tahun, Menteri Mu’ti menyebut empat upaya Kemendikdasmen untuk mendukung serta menyukseskan program tersebut.
“Selain melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran, kami juga melatih kompetensi dan memberikan beasiswa kepada guru TK yang belum S-1. Mulai tahun 2026, kami juga memberikan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp450 ribu per tahun kepada lebih dari 880 ribu murid TK,” ujarnya.
Setelah menandatangani prasasti peresmian sekolah, Menteri Abdul Mu’ti turut meninjau penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di ruang kelas TK ABA 31. Kepada guru dan murid TK, Menteri Mu’ti memberi pesan akan pentingnya sikap apresiasi dan menghargai melalui perilaku antre.
“Selain untuk bermain dan belajar, PID juga bermanfaat untuk anak-anak agar dapat menguasai berbagai kosa kata Bahasa Indonesia. Dengan begitu, mereka dapat memberikan apresiasi kepada sesama teman, guru, maupun orang tua dengan kata terima kasih, hebat, atau luar biasa. Belajarlah dengan giat agar kelak menjadi generasi Indonesia yang hebat,” ucap Menteri Mu’ti.
Sementara, Kepala TK ABA 31, Sutarmi, menyambut baik program Wajar 13 Tahun dan program Satu Desa Satu TK yang dicanangkan oleh pemerintah. Menurutnya, pembelajaran di TK adalah langkah awal membentuk murid mulai dari karakter, sikap, maupun kepribadian.
“Kami merasa sangat terhormat sekolah kami dapat diresmikan oleh Menteri Abdul Mu’ti. Sebagai pendidik di TK, kami terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang baik dengan praktik bermain dan belajar. Setiap harinya kami memulai kegiatan belajar dengan Pagi Ceria dan mengajak murid untuk melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ujarnya.
Sutarmi berharap, program Wajar 13 Tahun dapat dimanfaatkan dan dapat meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya proses pembelajaran di PAUD/TK.
“Semoga program tersebut memantik keinginan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di PAUD/TK. Kami sangat mendukung pembelajaran pra sekolah di jenjang TK guna membuat anak usia dini semangat untuk belajar serta memaksimalkan proses tumbuh kembang sesuai dengan usianya,” tutup Sutarmi.***
Sumber: Kemendikdasmen














