TERASJABAR.ID – St. John’s Wort (Hypericum perforatum) dikenal luas sebagai tanaman herbal yang kerap dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan mental.
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa suplemen ini berpotensi membantu meredakan gejala depresi ringan hingga sedang.
Meski demikian, tidak semua manfaatnya telah didukung bukti medis yang kuat.
Selain itu, St. John’s Wort juga memiliki risiko interaksi obat yang cukup serius, sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati.
Manfaat St. John’s Wort bagi Kesehatan Mental
St. John’s Wort umumnya dikonsumsi dalam bentuk kapsul, tablet, atau teh herbal sesuai dosis anjuran.
Berikut beberapa manfaat yang kerap dikaitkan dengan kesehatan mental:
- Membantu meredakan depresi ringan hingga sedang
Beberapa studi menunjukkan bahwa St. John’s Wort dapat membantu mengurangi gejala depresi ringan sampai sedang pada orang dewasa.
Herbal ini diduga bekerja dengan memengaruhi keseimbangan neurotransmiter di otak, seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin, yang berperan dalam pengaturan suasana hati.
Meski begitu, efektivitasnya belum terbukti untuk depresi berat dan hasilnya bisa berbeda pada setiap individu.
- Mengurangi kecemasan dan stres ringan
Kandungan aktif seperti hypericin dan hyperforin dipercaya dapat memengaruhi sistem saraf yang berkaitan dengan rasa cemas dan tegang.
Pada sebagian orang, konsumsi St. John’s Wort dapat membantu menenangkan pikiran, memperbaiki kualitas tidur, serta mengurangi gejala stres. Namun, penelitian mengenai manfaat ini masih terbatas.
- Terapi pendamping gangguan emosional
St. John’s Wort sering digunakan sebagai pelengkap terapi utama, seperti konseling atau perubahan gaya hidup.
Kombinasi ini dapat membantu meredakan gangguan emosional ringan, meski tetap memerlukan pemantauan medis.
Efek Samping dan Risiko
Penggunaan St. John’s Wort tidak lepas dari efek samping dan interaksi obat.
Herbal ini dapat menurunkan efektivitas berbagai obat, termasuk pil KB, antidepresan, obat HIV, dan obat epilepsi.
Efek samping yang mungkin muncul meliputi sakit kepala, gangguan tidur, nyeri perut, kulit sensitif terhadap sinar matahari, serta kelelahan. St. John’s Wort juga tidak dianjurkan bagi ibu hamil, menyusui, anak-anak, dan penderita kondisi tertentu.
Meski bersifat alami, St. John’s Wort tetap memiliki risiko jika digunakan tanpa pengawasan.
Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum mengonsumsinya, terutama bila sedang menjalani pengobatan lain.
Pendekatan gaya hidup sehat, dukungan sosial, dan aktivitas fisik tetap menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan mental.-***

















