Selain penguasaan teknologi, ia menekankan pentingnya menjaga ruang digital. Ancaman hoaks, penipuan daring, dan serangan siber terus meningkat. Talenta muda harus mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengguna.
Meutya juga mengingatkan pentingnya ketangguhan mental. Ia mengutip pandangan Jonathan Haidt dalam buku The Anxious Generation yang menyoroti tekanan generasi muda di era digital.
“Anak-anak muda harus pernah ditegur, pernah gagal, pernah jatuh. Itu bagian dari proses tumbuh. Tidak apa-apa jatuh bangunnya di fase magang di Komdigi ini, itu akan membuat kalian lebih kuat,” ujarnya.
Menurut Meutya, masa magang adalah ruang terbaik untuk membangun kapasitas, karakter, dan keberanian. Ia ingin 302 peserta magang ini tumbuh menjadi talenta digital yang menguasai AI, kuat secara mental, dan aktif menjaga ruang digital Indonesia.***
















