Menkop menyampaikan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat yang memperkuat posisi tawar anggota, memotong rantai pasok, dan memastikan nilai tambah kembali kepada anggota, khususnya di sektor produksi.
Untuk itu diperlukan sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan Dekopinwil untuk memperkuat manajemen, pembiayaan, kemitraan pasar, dan distribusi agar koperasi bisa menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Menkop menekankan peran strategis Dekopinwil Jabar sebagai konsolidator gerakan koperasi.
Menurutnya, penguatan koperasi produksi dari sisi manajemen, akses pembiayaan, kemitraan pasar, hingga standarisasi kualitas produk menjadi kunci agar koperasi memiliki basis ekonomi yang kokoh.
Ia menambahkan, konsolidasi gerakan koperasi di Jabar harus diarahkan pada dukungan dalam upaya percepatan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih.
Di sisi lain, Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah berupaya untuk mengajukan anggaran tambahan kepada pemerintah guna mendukung program kerja dari Dekopin.
“Kita ingin bangun ekosistem dari kopdes berupa pusat distribusi untuk suplai barang-barang, sekaligus memberi kesempatan bagi produk UMKM Jawa Barat masuk ke gerai kopdes,” katanya.
Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kurasi, inkubasi, dan pembiayaan produk koperasi maupun UMKM agar dapat diprioritaskan dalam jaringan distribusi koperasi desa.








