Berdasarkan data yang dihimpun pada Command Center Kemenkop, sebanyak 48.734 lahan sudah dilakukan pemetaan. Kemudian ada sebanyak 30.336 titik yang sedang dilakukan pembangunan fisik. Dari total angka tersebut, yang telah rampung 100% adalah sebanyak 1.135 titik.
Selain itu, Menkop juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mempercepat proses pembangunan fisik, termasuk dari Kementerian/Lembaga di tingkat pusat serta pemerintah daerah.
“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan fisik koperasi, terutama dalam hal pengadaan lahan dan pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Sementara itu Menkop juga menyampaikan telah diresmikannya dua Toko Rakyat Serba Ada (Torasera), yakni di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, Torasera adalah pusat distribusi barang yang berfungsi sebagai titik penghubung antara Kopdes Merah Putih dengan masyarakat.
Prototipe ini akan menjadi contoh bagi daerah lainnya untuk dibangun di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Torasera ini penting untuk mendukung distribusi barang dan hasil produk masyarakat desa. Harapannya, satu Torasera bisa melayani hingga 100-150 koperasi desa,” jelas Menkop.
Seiring dengan pembangunan fisik gedung Kopdes Merah Putih, Kemenkop juga akan mengoptimalkan pelatihan sumber daya manusia (SDM) agar para calon pengurus dapat mengelola koperasi dengan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.








