“Jalur formal itu Dimulai dari RT/RW. Sesungguhnya yang paling tahu kondisi objektif setiap warga itu adalah RT/RW,” jelasnya.
Selain itu, terdapat proses pemutakhiran lewat jalur partisipasi melalui kanal-kanal yang telah disediakan Kemensos seperti aplikasi Cek Bansos, call center dan WhatsApp Center.
Dalam acara ini, selain dihadiri oleh pilar-pilar sosial dan operator data desa, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik juga turut berpartisipasi.
Mereka menampilkan bakat seperti paduan suara, pembacaan puisi, dan pidato 4 bahasa asing yaitu bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Tagalog, dan bahasa Prancis.
Para siswa yang berpidato sangat percaya diri dan fasih menyampaikan pesan dalam masing-masing bahasa, suasana tampak hening menandakan peserta terpukau pada penampilan siswa Sekolah Rakyat ini.
Penampilan-penampilan siswa Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa potensi bisa muncul darimana saja, bahkan dari anak-anak yang belum pernah terbawa dalam proses pembangunan.
“Yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil 1, desil 2 DTSEN. Tidak boleh yang lain-lain. Sekarang masih belum semua tahu, tapi ke depan akan berebut. Karena sekolah rakyat ini memang bagi orang-orang khusus, orang-orang istimewa, orang-orang yang belum terbawa dalam proses pembangunan,” ucap Mensos.***

















