Mentan menegaskan, kebijakan ini selaras dengan visi kepemimpinan nasional yang berpihak nyata kepada rakyat kecil.
“Program Bapak Presiden Prabowo sangat berpihak pada rakyat. Ini nyata, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan peternak,” ujar Mentan.
Secara subsektor, hortikultura mencatat kenaikan NTP paling besar, melonjak dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026. Subsektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Lebih dari sekadar program distribusi pangan, MBG dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan, menghubungkan langsung sektor produksi dengan konsumsi masyarakat dalam skala nasional.
“Dari sawah, kandang, hingga ke dapur MBG, semuanya terhubung. Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat, adil, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Dorongan permintaan besar terhadap komoditas strategis seperti beras, telur, daging ayam, sayuran, dan bahan pangan lainnya dipastikan akan mendorong lonjakan produksi nasional sekaligus membuka lapangan usaha baru hingga ke pelosok daerah.
“Ini akan menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta memperkuat peran UMKM di sektor pangan,” katanya.
Kementerian Pertanian memastikan kesiapan penuh dalam mendukung program ini, ditopang oleh cadangan beras nasional yang saat ini mencapai 4,6 juta ton, angka yang mencerminkan kokohnya fondasi ketahanan pangan nasional.
















