Ia menjelaskan bahwa Kementan saat ini tidak hanya mendorong pengembangan sektor pangan, tetapi juga fokus memperkuat sektor perkebunan, peternakan, dan subsektor lainnya hingga ke hilirisasi sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekspor.
“Untuk sektor perkebunan, pada tahun ini Kementan memfokuskan pengembangan pada sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, dan komoditas strategis lainnya, seiring dengan terbukanya peluang besar di pasar global,” katanya.
Upaya dan arah kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian periode 1998–2003, Justika Baharsjah. Menurutnya, pertemuan antara Mentan Amran dan para purnabakti menjadi forum strategis untuk memahami posisi serta arah pembangunan pertanian nasional ke depan.
“Saya kira pertemuan dengan Pak Amran tadi sangat baik. Kita jadi tahu dengan jelas di mana posisi kita sekarang dan apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kondisi pertanian ke depan. Ini penting agar kita tidak jalan di tempat,” ujar Justika.
Justika menilai, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan dan semakin terarah, bahkan memperoleh pengakuan positif dari berbagai pihak, termasuk di tingkat internasional.
“Kemajuan sektor pertanian di bawah kepemimpinan Pak Amran dinilai sangat baik dan mendapat pengakuan dari luar. Saya sangat mengapresiasi upaya beliau yang terus mendorong kemajuan dan tidak berhenti pada capaian yang ada,” tegasnya.
Sementara Menteri Pertanian periode 2004–2009, Anton Apriyantono, menilai capaian sektor pertanian saat ini merupakan prestasi positif yang patut dibanggakan, namun menekankan pentingnya fokus yang lebih spesifik, khususnya pada swasembada beras yang berkelanjutan.
“Saya kira banyak capaian positif yang diraih, dan itu tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun ke depan, arah kebijakan perlu semakin spesifik, misalnya dalam konteks swasembada beras, agar targetnya jelas dan terukur,” ujarnya.















