Ia menambahkan bahwa ruang terbuka juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan inklusif dan berkelanjutan.
Kementerian Ekraf turut menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan ruang terbuka sebagai pusat interaksi sosial, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ruang terbuka hijau dan biru sangat penting, karena di tempat seperti ini sebetulnya juga bisa dilakukan berbagai kegiatan, berkaitan dengan pelatihan, seperti workshop atau dialog seperti hari ini, bahkan mungkin festival ataupun kegiatan pertunjukan,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Ossy Darmawan, Sekretaris Menko IPK Ayodhia G. L. Kalake dan sejumlah deputi Kemenko IPK.
Sejumlah kepala daerah hadir antara lain Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Wali Kota Bogor Dedie Abdul Rachim, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wali Kota Bukittinggi Muhammad Ramlan Nurmatias, dan Wali Kota Tangerang Sachrudin. Hadir pula Ketua Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan Yudhoyono.
Sedangkan Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi dan Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah.***
















