Merayakan kembalinya arketipe kefitraan berarti merayakan kedalaman denyut spiritual yang universal.
Ia hadir dalam tradisi Islam melalui penemuan ulang inti kefitraan sebagai ekspresi otentik wujud sejati manusia: fiṭrata llāhi allatī faṭara n-nāsa.
Dalam psikologi simbolik Jungian melalui arketipe sebagai kelahiran kembali(rebirth) dikatakan: “…bentuk atau citra yang bersifat kolektif yang muncul hampir di seluruh bumi sebagai unsur-unsur mitos dan sekaligus sebagai produk asli, individual, dan berasal dari alam bawah sadar.”
Sementara, menurut fenomenologi Otto melalui pengalaman numinous, bahwa yang suci “sebuah kategori interpretasi dan penilaian yang khas dalam bidang agama.”
Semua gagasan ini bertemu dalam satu titik reflektif: bahwa manusia memiliki disposisi bawaan menuju kebenaran, kesucian, dan transformasi.
Juga, bahwa pengalaman spiritual adalah inti yang menyatukan keberadaan manusia lintas budaya dan zaman.
coversong:
Karya “Archaic Procession: Arkaisk procession” dari Eva Feldbaek dirilis tahun 2002 sebagai bagian dari album Gudmundsen-Holmgreen: Organ Music dan merupakan interpretasi musik organ yang menekankan nuansa arkais atau kuno.
Eva Feldbæk adalah seorang organis asal Denmark yang lahir di Denmark dan aktif sejak 1970-an sebagai pemain organ serta pengajar musik.
Ia masih dikenal aktif dalam dunia musik, terutama melalui penampilan dan rekaman karya-karya komponis Denmark.
credit foto diunggah dari kanal Youtube Surah Al Fll Heart Touching Recitation | Zikrullah Tv
Sponsored • Zikrullah TV; @WisdomActivation
Subscribe Carl Jung’s Hidden Teachings: Archetypes dan The Seven Archetypes in Islamic
History | Dr. Nazeer Ahmed (Part 7)
MCC East Bay (Muslim Community Center).














