terasjabar.id
Selasa, 24 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 24 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Merindu Pembangunan yang Mampu Membaca Arah air, Paham Karakter Tanah dan Menghormati Peran Gunung

Wawan Hermawan by Wawan Hermawan
23 Des 2025 10:18
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Merindu Pembangunan yang Mampu Membaca Arah air, Paham Karakter Tanah dan Menghormati Peran Gunung

Kita jaga kelestarian Gunung Ciremai 3.078 mdpl

TERASJABAR.ID – Lereng Gunung Ciremai merupakan kawasan ekologis strategis bagi wilayah Kab. Kuningan dan sekitarnya. Kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air utama, penyangga kehidupan pertanian, serta sumber mata air bagi permukiman di dataran bawah.

Berdasarkan update data selama satu dekade terakhir, kawasan seperti Palutungan, Pajambon, Sukamukti, dan Cisantana mengalami pertumbuhan pesat sebagai destinasi wisata alam. Namun, perkembangan tersebut berjalan dengan visi masing-masing, sering tanpa kerangka mitigasi hidrologi yang terpadu.

Hal itu disampaikan Yusup Oeblet pemilik Padepokan Bumi Seni Tarikolot (BST) di Desa Sukamukti, Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan, terkait keberadaan kawasan wisata di lereng Gunung Ciremai, Selasa (23/12/2025)

ADVERTISEMENT

“Secara geomorfologi, lereng Ciremai memiliki kemiringan curam, tanah vulkanik yang relatif labil, serta jaringan aliran air permukaan yang sensitif terhadap perubahan tutupan lahan. Dalam kondisi alami, hutan dan vegetasi lereng berperan penting menahan limpasan air hujan, memperlambat aliran permukaan, dan menjaga kestabilan tanah. Ketika kawasan ini berkembang menjadi zona wisata—dengan pembangunan jalan, parkiran, vila, cafe, dan wahana—fungsi alami tersebut perlahan tereduksi,” jelasnya.

Oeblet menyebutkan, di kawasan Palutungan dan Cisantana, alih fungsi lahan dan peningkatan bangunan permanen di daerah hulu berimplikasi langsung pada perubahan pola aliran air. Air hujan yang semestinya meresap ke dalam tanah kini lebih cepat mengalir di permukaan, meningkatkan risiko banjir lokal, erosi saluran, dan sedimentasi di wilayah hilir. Pajambon dan Sukamukti, yang berada dalam jalur aliran air yang sama, turut menerima dampak akumulatif dari perubahan tersebut, papar dia.

Mitigasi hidrologi di kawasan wisata lereng gunung seharusnya menjadi fondasi utama penataan wilayah. Pertama, diperlukan penetapan zonasi berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan. Zona hulu dan daerah resapan air harus dibatasi secara ketat dari pembangunan intensif. Aktivitas wisata di zona ini perlu diarahkan pada konsep ekowisata rendah dampak, dengan struktur non-permanen dan minim perubahan kontur tanah.

RELATED POSTS

Komisi V DPRD Jabar Tinjau Progres Pembangunan SMA Negeri 20 Kota Bekasi

Mendiktisaintek Dorong Pelibatan Kampus untuk Kejar Pembangunan Ekonomi

Tahap Awal Tol Getaci Akan Bangun Ruas Gedebage-Tasik, Ini Kata Yod Mintaraga

Heri Hermawan: “Kota Bandung Harus Punya Acuan yang Jelas Terkait Pembangunan Kependudukan ke Depan”

Infrastruktur Kesehatan Mesti Ditingkatkan, Agar Warga Peroleh Layanan Premium dengan Harga Murah

“Kedua, setiap pembangunan kawasan wisata wajib mengintegrasikan sistem pengelolaan air hujan. Pembuatan drainase alami, sumur resapan, kolam retensi, dan terasering yang sesuai kontur lereng menjadi keharusan, bukan pilihan. Tanpa pendekatan ini, air akan terus menjadi ancaman, bukan sumber kehidupan,” tuturnya.

Ketiga, penataan kawasan harus melampaui batas administratif desa. Sistem hidrologi tidak mengenal batas wilayah pemerintahan. Oleh karena itu, perencanaan Palutungan, Pajambon, Sukamukti, dan Cisantana perlu disatukan dalam satu kerangka pengelolaan kawasan lereng Ciremai yang terpadu. Koordinasi lintas desa dan lintas sektor menjadi kunci untuk mencegah kebijakan yang saling bertabrakan.

Kasus-kasus genangan, longsor kecil, rusaknya saluran air, hingga berkurangnya debit mata air yang mulai dirasakan masyarakat setempat seharusnya dibaca sebagai sinyal peringatan dini. “Ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan keberlanjutan hidup dan keselamatan bersama. Kawasan wisata yang tumbuh tanpa kendali hidrologi berpotensi mewariskan risiko bencana bagi generasi berikutnya,” tegas Oeblet.

Penataan kawasan wisata lereng Gunung Ciremai, lanjutnya, harus berpijak pada pemahaman alam, bukan sekadar pada logika pasar wisata. Pembangunan yang bijak adalah pembangunan yang mampu membaca arah air, memahami karakter tanah, dan menghormati peran gunung sebagai penyangga kehidupan. Dengan demikian, Palutungan, Pajambon, Sukamukti, dan Cisantana dapat berkembang sebagai kawasan wisata yang aman, lestari, dan berkeadilan ekologis.*

Tags: Membaca Arah AirMerinduPembangunan
ShareTweetSend

Related Posts

Komisi V DPRD Jabar Tinjau Progres Pembangunan SMA Negeri 20 Kota Bekasi
Berita Utama

Komisi V DPRD Jabar Tinjau Progres Pembangunan SMA Negeri 20 Kota Bekasi

11 Mar 2026 13:59
Mendiktisaintek Dorong Pelibatan Kampus untuk Kejar Pembangunan Ekonomi
News

Mendiktisaintek Dorong Pelibatan Kampus untuk Kejar Pembangunan Ekonomi

8 Mar 2026 17:14
Tahap Awal Tol Getaci Akan Bangun Ruas Gedebage-Tasik, Ini Kata Yod Mintaraga
Berita Utama

Tahap Awal Tol Getaci Akan Bangun Ruas Gedebage-Tasik, Ini Kata Yod Mintaraga

19 Nov 2025 08:07
Heri Hermawan: “Kota Bandung Harus Punya Acuan yang Jelas Terkait Pembangunan Kependudukan ke Depan”
Berita Utama

Heri Hermawan: “Kota Bandung Harus Punya Acuan yang Jelas Terkait Pembangunan Kependudukan ke Depan”

15 Nov 2025 07:20
Infrastruktur Kesehatan Mesti Ditingkatkan, Agar Warga Peroleh Layanan Premium dengan Harga Murah
Wakil Rakyat

Infrastruktur Kesehatan Mesti Ditingkatkan, Agar Warga Peroleh Layanan Premium dengan Harga Murah

14 Nov 2025 07:55
Proses Pembangunan Masjid Besar Cileunyi Mandek Hampir 3 Tahun, Ini Kata Camat
Bandung Raya

Proses Pembangunan Masjid Besar Cileunyi Mandek Hampir 3 Tahun, Ini Kata Camat

7 Agu 2025 08:52
Next Post
Simpati atau Empati? Ini Cara Menggunakannya Secara Seimbang

Simpati atau Empati? Ini Cara Menggunakannya Secara Seimbang

Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas di 3 Provinsi Terdampak Bencana

Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas di 3 Provinsi Terdampak Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

19 Mar 2026 14:50
Ketua Kadin Karawang Emay Ahmad Maehi Meninggal Dunia

Ketua Kadin Karawang Emay Ahmad Maehi Meninggal Dunia

22 Mar 2026 17:56
Self Love dalam Nada: 7 Lagu Barat yang Bikin Kamu Lebih Menghargai Diri Sendiri

Self Love dalam Nada: 7 Lagu Barat yang Bikin Kamu Lebih Menghargai Diri Sendiri

4 Agu 2025 06:00
Hilal Belum Kelihatan, PB NU Minta Lebaran Jangan Dipaksa Harus Bareng

Hilal Belum Kelihatan, PB NU Minta Lebaran Jangan Dipaksa Harus Bareng

19 Mar 2026 16:56
Juventus Dikecam Media Italia Usai Dipermalukan Como

Sejarah Baru Como: Menuju Liga Champions dengan Kendala Finansial dan Infrastruktur

0
AC Milan Siap Tolak Tawaran Chelsea untuk Strahinja Pavlovic

AC Milan Siap Tolak Tawaran Chelsea untuk Strahinja Pavlovic

0
Ribuan Wisatawan Padati Pantai Cipatujah dan Karang Tawulan, Petugas Gabungan Lakukan Himbauan

Ribuan Wisatawan Padati Pantai Cipatujah dan Karang Tawulan, Petugas Gabungan Lakukan Himbauan

0
Marka, Pemandu Kita Berkendara

Marka, Pemandu Kita Berkendara

0
Juventus Dikecam Media Italia Usai Dipermalukan Como

Sejarah Baru Como: Menuju Liga Champions dengan Kendala Finansial dan Infrastruktur

24 Mar 2026 01:33
AC Milan Siap Tolak Tawaran Chelsea untuk Strahinja Pavlovic

AC Milan Siap Tolak Tawaran Chelsea untuk Strahinja Pavlovic

24 Mar 2026 01:17
Gak Perlu Bingung, Cek Rekomendasi Tempat Liburan Lebaran 2026 di Bekasi!

Gak Perlu Bingung, Cek Rekomendasi Tempat Liburan Lebaran 2026 di Bekasi!

23 Mar 2026 23:00
Ribuan Wisatawan Padati Pantai Cipatujah dan Karang Tawulan, Petugas Gabungan Lakukan Himbauan

Ribuan Wisatawan Padati Pantai Cipatujah dan Karang Tawulan, Petugas Gabungan Lakukan Himbauan

23 Mar 2026 22:28
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.