Erma mendorong kementerian/lembaga yang terkait dapat segera memitigasi proyeksi ini.
“Ini kan weekly update, terus-menerus di update setiap pekan oleh badan-badan meteorologi di berbagai negara maju. Ini bahasa ilmiahnya adalah Super El Nino, yaitu El Nino yang memiliki kekuatan super, dimulai dari bulan Mei. Artinya ini sudah, saya kira sudah 2 kali lipat, efek dari panas ditambah kering,” ungkap dia.
“Oleh karena itu, hal-hal seperti ini harus kita antisipasi dan mitigasi, saya kira itu yang harus diantisipasi dari Lampung, kemudian Jawa, Nusa Tenggara, Barat, Timur, Bali, Lombok, dan seterusnya,” tambahnya.
Terkait itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memastikan kementerian/lembaga yang ia pimpin telah mempercepat langkah mitigasi dalam menghadapi potensi El Nino.
Selain menjaga produksi pangan dalam negeri, Amran juga memastikan stok CPP pun masih mumpuni sebagai tumpuan program intervensi pangan bagi masyarakat.
“Bahwasanya ada El Nino, Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Sekarang ini capaian kita, stok CBP kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Amran.
Raihan CBP dengan 4,4 juta ton tersebut telah menandai akselerasi penguatan stok CPP selama ini. Hal ini karena peningkatannya hingga mencapai 300 persen dibandingkan CBP sampai Maret 2024 yang kala itu berada di angka 1,1 juta ton.
Sementara terhadap stok CBP sampai Maret 2025 juga meningkat hingga 91,3 persen. CBP Maret 2025 kala itu berada di 2,3 juta ton.***
Sumber: Bapanas
















