TERASJBAAR.ID – Nyeri dada selama kehamilan termasuk keluhan umum, terutama pada trimester kedua dan ketiga.
Meski biasanya ringan, nyeri dada bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebabnya beragam, mulai dari perubahan hormon, pembesaran rahim, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Pembesaran rahim dapat menekan organ di sekitar dada, menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat berbaring telentang.
Nyeri biasanya akan mereda seiring bayi bergeser posisi atau setelah persalinan.
Posisi tidur miring ke kiri bisa membantu mengurangi tekanan pada dada dan paru-paru.
Morning sickness atau mual-muntah juga dapat menyebabkan nyeri dada karena iritasi tenggorokan dan melemahnya katup kerongkongan.
Mengompres dada dengan air hangat, mengenakan pakaian longgar, minum teh jahe, dan makan dalam porsi kecil tetapi sering dapat membantu meringankan keluhan.
Refluks asam lambung menjadi penyebab lain, di mana asam lambung naik ke kerongkongan akibat hormon progesteron yang melemahkan katup lambung.
Cara meredakannya antara lain makan perlahan, duduk bersandar 1–2 jam setelah makan, tidur dengan kepala lebih tinggi dari kaki, memakai pakaian longgar, dan menghindari makanan pemicu asam lambung seperti pedas, berminyak, atau berkafein.
Nyeri dada juga bisa menandakan masalah kesehatan serius, misalnya pneumonia, hipertensi, preeklampsia, atau gangguan jantung.
Jika nyeri tidak kunjung hilang atau semakin parah, ibu hamil sebaiknya rutin kontrol ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Pola hidup sehat dan pemeriksaan kandungan rutin penting untuk mencegah komplikasi.-***
















