Puisi anto narasoma
sore datang begitu manja. lalu ia pun tersenyum di balik cahaya senja
dari ketinggian gunung kinabalu itulah suaramu begitu merdu. seperti nada azan yang memanggil-manggil dalam kesucian hati-Mu, Tuhanku
lalu,
aku mencari-cari dalam diriku; setelah kau letakkan secangkir kopi yang mengepul di antara doa-doaku
lihatlah,
pada sepotong senja inilah kita berbincang dalam diam, setelah cahaya petang mulai tenggelam ke dasar perbincangan tanpa kata-kata
padahal,
sejak tadi –langkah kaki ini masih tertinggal
di antara detik-detik berlalu
sebab,
dari keindahan senja
masih ada suara-suara kematian yang lapar
dari ribuan kemiskinan yang tersembunyi
di balik lambungmu tanpa sebutir nasi
Palembang
10 Februari 2026











