Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menyampaikan bahwa progres panen yang lebih cepat merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan beras sejak dini.
“Progresivitas ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan beras lebih dini. Kuningan tidak hanya cepat, tetapi juga sigap dalam mengawal musim tanam sehingga dapat menjadi penyangga awal sebelum puncak panen di daerah lain,” ujarnya.
Menurutnya, keunggulan tersebut didukung oleh kondisi geografis wilayah hulu dengan ketersediaan air yang relatif stabil. Sistem irigasi yang optimal memungkinkan petani memulai masa tanam lebih awal, bahkan hingga satu bulan lebih cepat dibandingkan daerah lain.
Hal ini tercermin dari tren peningkatan luas panen sejak awal tahun, yakni 2.669 hektare pada Januari, meningkat menjadi 5.153 hektare pada Februari, dan mencapai puncaknya pada Maret sebesar 12.488 hektare.
Sementara itu, wilayah sentra produksi di Pantai Utara Jawa seperti Indramayu dan Cirebon diperkirakan baru memasuki puncak panen pada April hingga Mei 2026.
Perbedaan waktu panen ini memberikan ruang bagi distribusi pasokan beras yang lebih bertahap, sehingga membantu menjaga keseimbangan pasokan di berbagai wilayah.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Kuningan memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Barat sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan beras di tengah tantangan kondisi iklim.***
Sumber: Kementan
















