TERASJABAR.ID – Pasca Lebaran, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan terus memantau pasar guna memastikan harga pangan tetap wajar dan pasokan aman.
Pengawasan kali ini dilakukan di Kota Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi pada H+3 hingga minggu pertama setelah lebaran.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, yang juga selaku Ketua Pelaksana Satgas Saber Pelanggaran Pangan menyampaikan bahwa secara umum kondisi pangan pasca lebaran masih terjaga, dengan stok yang cukup meskipun beberapa pedagang belum kembali berjualan.
“Memang setelah lebaran kondisi belum sepenuhnya normal. Di lapangan kami terus pantau harga dan cek pasokan supaya tetap berjalan,” ujarnya, dikutip rilis Bapanas.
Sebagian pedagang masih belum kembali berjualan, sehingga beberapa komoditas seperti daging sapi, sayur mayur, dan beras belum tersedia secara merata.
Kondisi ini cukup berpengaruh pada harga komoditas segar yang cenderung lebih tinggi, terutama yang sangat bergantung pada kelancaran pasokan harian.
Di pasar tradisional Ciracas Jakarta Timur, harga cabai masih tercatat berada di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Harga dipengaruhi oleh pola musiman di tingkat produksi, khususnya karena periode libur petik saat lebaran yang membuat pasokan dari petani sedikit terjeda.
“Cuman biasanya kalau menjelang lebaran, dia libur petik. Nah kalau libur petik, biasanya pasokan sedikit terkoreksi, itu agak naik. Tapi di lapangan ini kan masih banyak barang-barang, sehingga pasokan secara prinsip, walaupun mungkin di lebaran banyak yang libur, tapi pasokan di pasar-pasar, stok di pasar-pasar relatif sudah bagus,” jelas Ketut Astawa.
















