TERASJABAR.ID – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, pemerintah memastikan intervensi pasar beras terus berjalan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi memperpanjang kembali program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras hingga akhir Februari 2026.
Hal itu guna menekan gejolak harga di tingkat konsumen, seiring dengan kuatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Dilansir siaran pers Bapanas, program SPHP beras merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun 2025 yang sebelumnya dapat dijalankan di awal 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) oleh Bapanas.
“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, SPHP beras penting untuk terus dilanjutkan. Stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini paling tinggi, jadi intervensi ke pasaran seperti ini bisa untuk menekan harga beras. Ini juga agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang baik dan wajar,” kata Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono di Jakarta.
Ia menjelaskan, perpanjangan hingga akhir Februari diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Perum Bulog bersama pemangku kepentingan di daerah.
“Untuk perpanjangan sampai akhir Februari, kami mendorong Bulog di daerah-daerah untuk mengoptimalkan penjualan beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah dan kanal lainnya. Tim Satgas Saber Pelanggaran Pangan Bapanas yang sedang turun ke daerah juga kami minta untuk bantu percepatan SPHP beras,” tambahnya.
Hingga 31 Januari 2026, realisasi penjualan beras SPHP tercatat mencapai 902,7 ribu ton. Angka tersebut masih merupakan bagian dari perpanjangan program SPHP beras tahun 2025.


















