TERASJABAR.ID – Pada pencarian korban longsor di hari ketujuh, Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan 5 jasad korban di Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kec. Cisarua, KBB.
Sejak pagi hari, kondisi cuaca di wilayah operasi didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai kabut tipis dan visibilitas terbatas. Kondisi ini cukup menghambat pelaksanaan pencarian, terutama pada sektor-sektor yang berada di bawah mahkota longsoran dan area dengan potensi pergerakan tanah lanjutan.
“Oleh karena itu, tim SAR gabungan melaksanakan operasi secara selektif dan bertahap, dengan prinsip on–off operation, menyesuaikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan personel, ” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M pada Jumat malam (30/1/2026).
Ia mengatakan, operasi SAR diawali dengan asesmen kondisi lapangan menggunakan drone UAV dan unit K-9, untuk memastikan keamanan area kerja. Setelah apel pagi dan briefing pembagian tugas, SRU kemudian dikerahkan ke seluruh worksite aktif sesuai hasil asesmen dan pemetaan potensi korban.
Hingga sore hari, tim SAR berhasil menemukan 5 kantong jenazah, ditemukan di lokasi A1 sebanyak 2 jasad korban, di lokasi A2 sebanyak 2 orang dan di lokasi A3 sebanyak 1 orang.
Dengan demikian, total korban yang berhasil dievakuasi hingga Jumat, berjumlah 60 Jasad korban atau bodypack, dan jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan sebanyak ±20 jiwa.
Seluruh korban yang ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan ke Posko DVI untuk dilakukan proses identifikasi secara profesional dan terintegrasi.
Berdasarkan update DVI terakhir per tanggal 29 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, sebanyak 44 korban telah berhasil teridentifikasi dari 45 bodypack yang diterima sebelumnya.
“Kami menegaskan bahwa Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan masa tanggap darurat yang sudah di tetapkan oleh SK Bupati Bandung Barat selama 7 hari ke depan hingga tanggal 6 Februari 2026 dan dengan fokus pada area-area yang memiliki potensi tinggi berdasarkan tren penemuan dan hasil pemetaan teknis, serta tetap menjadikan keselamatan personel sebagai prioritas utama,” katanya.*













