Sebagai salah satu implikasi positifnya, terdapat transformasi di hulu yang dapat dilihat dalam data perkembangan indeks harga yang diterima petani padi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Puncak indeks tertinggi dalam 7 tahun terakhir tercatat di September 2025 dengan torehan 146,28.
Capaian tersebut jauh melampaui titik tertinggi tahunan mulai tahun 2019 yang di Desember 2019 dengan 109,22, di Maret 2020 dengan 108,82, di Januari 2021 dengan 108,19, di Desember 2022 dengan 118,65 dan di Desember 2023 dengan 137,75 serta di Februari 2024 dengan 146,08.
Selanjutnya indeks terakhir di Februari 2026 berada di 144,84 yang juga masih lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara capaian di hilir dalam bentuk inflasi khusus beras juga relatif stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dalam bentuk inflasi beras secara bulanan maupun tahunan.
Inflasi beras secara bulanan yang terakhir di Februari 2026 berada di 0,43 persen. Ini lebih rendah dibandingkan inflasi beras paling tinggi di 2024 dan 2025 yang masing-masing pernah sampai 5,28 persen di Februari 2024 dan 1,35 persen di Juli 2025.***

















