Cabe Tanjung yang ditanam Indrawan memiliki hasil yang luar biasa, dengan sekali panen bisa mencapai 4 kwintal, sehingga total tahun ini mencapai 3 ton. “Saya sangat puas dengan hasil panen cabe Tanjung, dan saya yakin bisa terus meningkatkan produksi,” ujarnya.
Indrawan tidak sendirian. Banyak petani muda lainnya yang juga telah bergabung dalam program pengembangan pertanian di wilayah Bungursari, kota Tasikmalaya. Mereka semua memiliki harapan besar untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandranegara, mengatakan, program pengembangan pertanian di wilayah Bungursari telah menunjukkan hasil yang positif. “Kita punya harapan besar dari anak-anak muda yang luar biasa menjadi petani milenial dengan penghasilan yang luar biasa melalui penanaman cabe merah,” katanya.
Diky juga menyoroti peluang integrasi pertanian dengan sektor lain, seperti pengelolaan air tawar yang dikelola pihak swasta. “Perputaran ekonomi harus terhubung antara pertanian dan usaha lainnya, supaya manfaat MBG bisa dirasakan luas oleh masyarakat, khususnya yang terkait pengadaan telur, cabe, tomat, sampai lele,” tambahnya.
Dengan demikian, program pengembangan pertanian di wilayah Bungursari, diharapkan dapat terus meningkatkan ekonomi lokal dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).*















