TERASJABAR.ID – Laga Valencia kontra Real Madrid kembali sarat tekanan dan harapan tinggi, meski edisi kali ini tidak menghadirkan drama klasik seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Mestalla tetap bergemuruh menyambut duel dua tim yang sama-sama menjalani musim sulit, namun dengan latar belakang masalah yang berbeda.
Valencia masih berkutat dengan krisis berkepanjangan di bawah kepemilikan Peter Lim.
Sementara Real Madrid berusaha menjaga peluang juara La Liga meski gagal di Copa del Rey dan Liga Champions.
Valencia datang dengan kondisi mental kurang ideal usai tersingkir dramatis di Copa del Rey beberapa hari sebelumnya.
Meski begitu, dukungan suporter sempat membara di awal laga, walau cemoohan terhadap Carlos Corberan sudah terdengar sebelum kick-off.
Di atas lapangan, Valencia tampil cukup kompetitif di babak pertama. Lucas Beltran menjadi sosok paling menonjol lewat kerja keras dan pergerakan cerdasnya dari lini depan ke tengah.
Real Madrid tampil pasif di lini tengah, terlebih dengan absennya Jude Bellingham dan Vinicius Junior.
Skema 4-4-2 racikan Alvaro Arbeloa tidak sepenuhnya berjalan efektif, namun Los Blancos tetap mampu memanfaatkan kelengahan lawan.
Gol pembuka lahir dari aksi individu Alvaro Carreras yang menusuk pertahanan Valencia dan menuntaskan peluang dengan tenang.
Alih-alih bangkit, Valencia justru semakin tertekan.
Pergantian pemain di menit akhir, termasuk penarikan Beltran, memicu kemarahan publik Mestalla yang menyerukan pengunduran diri Corberan.
Situasi kian memburuk ketika Kylian Mbappe mencetak gol kedua, memastikan kemenangan Real Madrid.
Meski tampil biasa saja, tiga poin di Mestalla menjadi hasil berharga bagi Madrid, sementara Valencia kian tenggelam dalam krisis.-***
















