terasjabar.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 15 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home News

Refleksi Akhir Tahun Kota Bandung: Menjaga Harapan, Memperkuat Kepercayaan, dan Menata Masa Depan Kota

Tiah SM by Tiah SM
29 Des 2025 08:36
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Refleksi Akhir Tahun Kota Bandung: Menjaga Harapan, Memperkuat Kepercayaan, dan Menata Masa Depan Kota

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Susanto Triyogo Adiputro

TERASJABAR.ID – Akhir tahun menjadi momentum penting untuk menilai kembali arah pembangunan Kota Bandung. Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Susanto Triyogo Adiputro, menegaskan bahwa refleksi ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan upaya jujur untuk memastikan pembangunan benar-benar berdampak bagi warga.

“Refleksi akhir tahun bukan untuk saling menyalahkan, tapi untuk melihat sejauh mana Bandung bergerak menjadi kota yang lebih baik dan di titik mana kita harus berani berbenah,” ujarnya saat ditemui dalam wawancara refleksi akhir tahun,Minggu (28/12/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Susanto, Kota Bandung bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh warganya. Karena itu, berbagai persoalan klasik seperti sampah, kemacetan, banjir, pengangguran, kemiskinan, hingga ketimpangan layanan publik harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama.

“Kesadaran kolektif ini adalah fondasi utama perubahan kota. Tanpa itu, kita akan terus berputar pada masalah yang sama,” katanya.

Ia menilai, persoalan kota Bandung bersifat struktural dan saling berkaitan. Masalah sampah, misalnya, tidak bisa dilepaskan dari tata kelola lingkungan dan perilaku konsumsi.
Kemacetan berkaitan dengan tata ruang dan transportasi publik, sementara banjir berhubungan dengan alih fungsi lahan dan kesiapan infrastruktur.

“Begitu juga pengangguran dan kemiskinan, itu sangat terkait dengan kualitas kebijakan ekonomi dan akses layanan publik. Kalau kita tidak berani membaca persoalan secara utuh dan jujur, solusi yang lahir hanya tambal sulam,” tegas Susanto.

Dalam pandangannya, keberhasilan pembangunan kota tidak seharusnya diukur dari banyaknya program atau laporan administratif. Ukuran utamanya adalah dampak nyata yang dirasakan warga.

“Pertanyaannya sederhana: apakah hidup warga jadi lebih mudah? Apakah biaya hidup lebih terjangkau? Apakah layanan publik makin adil dan merata? Kalau jawabannya belum memuaskan, maka koreksi kebijakan adalah keniscayaan,” ujarnya.

Susanto juga menyoroti peran strategis anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa APBD bukan sekadar dokumen teknis, melainkan cerminan keberpihakan politik dan visi masa depan kota.

“Dari anggaran, publik bisa membaca apa yang dianggap penting dan siapa yang diprioritaskan. Keberanian mengarahkan anggaran pada penyelesaian masalah dasar dan investasi jangka panjang itu sangat krusial. Kalau tidak, anggaran hanya akan terjebak pada pola rutin yang minim dampak,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai kompleksitas persoalan Bandung membutuhkan kepemimpinan yang berani keluar dari pola government as usual. Rutinitas birokrasi dan kegiatan seremonial, menurutnya, tidak cukup menjawab tantangan kota.
“Kota ini butuh pemimpin yang tegas menentukan prioritas, konsisten dalam arah kebijakan, dan berani melakukan koreksi jika kebijakan tidak efektif. Bukan sekadar mengelola prosedur, tapi menggerakkan sistem,” katanya.

Meski demikian, Susanto menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. DPRD, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai pengawal aspirasi publik, penjaga kualitas kebijakan, sekaligus pengawas keberpihakan anggaran.

RELATED POSTS

Refleksi satu tahun Dian-Tuti: Mohon Maaf Pelayanan Belum Sempurna

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Menuju Tahun 2026

Essay Akhir Tahun 2025: “BILA PERAMPOK DAN PENJILAT BERSATU”

Ok Gas! Tapi Kemana? Refleksi Tentang Arah Nilai Generasi Muda dalam Politik Digital Indonesia

“Di sisi lain, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan warga harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi. Kolaborasi tidak boleh berhenti sebagai jargon, tapi harus diwujudkan dalam kerja nyata dan pembagian peran yang jelas,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi publik yang bermakna. Keterlibatan warga, kata Susanto, tidak boleh berhenti pada formalitas forum perencanaan semata.
“Warga harus terlibat dalam perencanaan, pengawasan, sampai evaluasi kebijakan. Mereka berhak tahu ke mana uang publik digunakan dan apa dampaknya. Kota yang sehat lahir dari warga yang peduli, kritis, dan aktif,” tuturnya.

Menurut Susanto, kunci dari seluruh proses pembangunan adalah kepercayaan publik. Kepercayaan, katanya, tidak bisa diminta, melainkan harus dibangun.

“Transparansi, konsistensi kebijakan, dan keberanian mengakui kekurangan itu modal utama. Tanpa kepercayaan publik, program sebaik apa pun akan sulit berhasil,” katanya.

Menatap ke depan, ia berharap Bandung dibangun sebagai kota yang lebih humanis, berkelanjutan, dan berkeadilan. Kebijakan hari ini, menurutnya, akan menentukan kualitas hidup generasi mendatang.

“Refleksi akhir tahun ini bukan sekadar kritik, tapi ajakan moral kolektif. Pemerintah memimpin, DPRD mengawal, dan warga menjaga serta saling mengingatkan. Menjaga harapan dan memperkuat kepercayaan adalah kunci untuk menata masa depan Kota Bandung yang lebih adil dan bermartabat,” pungkas Susanto.

Tags: Akhir TahunMenataMasa DepanRefleksi
ShareTweetSend

Related Posts

Refleksi satu tahun Dian-Tuti:  Mohon Maaf Pelayanan Belum Sempurna
Daerah

Refleksi satu tahun Dian-Tuti: Mohon Maaf Pelayanan Belum Sempurna

17 Feb 2026 22:14
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung
Berita Utama

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

2 Jan 2026 04:20
Menuju Tahun 2026
Berita Utama

Menuju Tahun 2026

31 Des 2025 11:11
Essay Akhir Tahun 2025: “BILA PERAMPOK DAN PENJILAT BERSATU”
Berita Utama

Essay Akhir Tahun 2025: “BILA PERAMPOK DAN PENJILAT BERSATU”

30 Des 2025 08:47
Ok Gas! Tapi Kemana? Refleksi Tentang Arah Nilai Generasi Muda dalam Politik Digital Indonesia
Berita Utama

Ok Gas! Tapi Kemana? Refleksi Tentang Arah Nilai Generasi Muda dalam Politik Digital Indonesia

7 Okt 2025 06:42
Next Post
Dedi Petani warga Desa Purwasari Ditemukan Meninggal di Pematang Sawah

Dedi Petani warga Desa Purwasari Ditemukan Meninggal di Pematang Sawah

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Selasa 9 September 2025: Ada Galeri 24, Antam dan UBS

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 29 Desember 2025: Ada Galeri 24 dan UBS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

10 Mar 2026 15:30
Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

12 Mar 2026 15:51
Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

11 Mar 2026 16:24
Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17  Apartemen The Suites Metro Bandung

Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17 Apartemen The Suites Metro Bandung

11 Mar 2026 19:57
Awal Periode Mudik Lebaran, BMKG: Cuaca Relatif Kondusif Namun Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Awal Periode Mudik Lebaran, BMKG: Cuaca Relatif Kondusif Namun Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

0
Mengais Rejeki Minggu Terakhir Ramadhan  Di SOR Merdeka

Mengais Rejeki Minggu Terakhir Ramadhan Di SOR Merdeka

0
Pelangi di Mars Siap Tayang, Kementerian Ekraf Dukung Inovasi Film Fiksi Ilmiah Indonesia

Pelangi di Mars Siap Tayang, Kementerian Ekraf Dukung Inovasi Film Fiksi Ilmiah Indonesia

0
Kenapa Pemimpin Iran Begitu Dicintai Rakyatnya?

Kenapa Pemimpin Iran Begitu Dicintai Rakyatnya?

0
Awal Periode Mudik Lebaran, BMKG: Cuaca Relatif Kondusif Namun Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Awal Periode Mudik Lebaran, BMKG: Cuaca Relatif Kondusif Namun Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

15 Mar 2026 14:32
Mengais Rejeki Minggu Terakhir Ramadhan  Di SOR Merdeka

Mengais Rejeki Minggu Terakhir Ramadhan Di SOR Merdeka

15 Mar 2026 14:31
Kenapa Pemimpin Iran Begitu Dicintai Rakyatnya?

Kenapa Pemimpin Iran Begitu Dicintai Rakyatnya?

15 Mar 2026 14:12
Pelangi di Mars Siap Tayang, Kementerian Ekraf Dukung Inovasi Film Fiksi Ilmiah Indonesia

Pelangi di Mars Siap Tayang, Kementerian Ekraf Dukung Inovasi Film Fiksi Ilmiah Indonesia

15 Mar 2026 14:09
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.