TERASJABAR.ID – Kiper Manchester United, Senne Lammens, mengungkapkan bahwa pendekatan taktik Ruben Amorim selama melatih Setan Merah terasa terlalu rumit dan sulit dipahami oleh para pemain.
Amorim memimpin klub dari November 2024 hingga Januari 2026.
Ia memang berhasil membawa tim ke final Liga Europa UEFA musim lalu, tetapi performa buruk di Liga Premier Inggris membuat Manchester United hanya finis di peringkat ke-15.
Setelah terjadi ketegangan dengan sejumlah figur senior di klub, Amorim akhirnya diberhentikan.
Posisi pelatih kemudian diisi Michael Carrick hingga akhir musim.
Di bawah Carrick, performa tim langsung meningkat pesat.
Manchester United berhasil meraih tujuh kemenangan dari 10 laga liga dan kini menempati posisi ketiga klasemen.
Lammens memuji Carrick karena mampu menyampaikan instruksi dengan jelas dan sederhana.
Menurutnya, pelatih asal Inggris itu tidak mempersulit permainan, tetapi justru membantu para pemain tampil lebih percaya diri dan stabil, terutama di lini belakang.
Ia juga menilai sistem yang diterapkan Carrick membuat para pemain bertahan lebih solid sehingga lini depan bisa tampil lebih bebas.
Kiper berusia 23 tahun itu juga menyebut kehadiran Harry Maguire di lini belakang memberi rasa aman.
Sejak Carrick mengambil alih tim, Lammens pun tampil konsisten dan mulai dikenal sebagai salah satu kiper muda paling menjanjikan di Eropa.-***














