terasjabar.id
Senin, 9 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 9 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

Siapa yang Bercerita Bandung?

Herman by Herman
25 Des 2025 21:19
in Opini, Berita Utama
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Siapa yang Bercerita Bandung?


(Storytelling, Heritage, dan Masa Depan Pariwisata Kota)

Oleh: Subchan Daragana
Akademisi & Anggota Bandung Tourism Board

Bandung adalah kota yang ramai diceritakan, tetapi belum tentu dipahami. Setiap akhir pekan, jutaan orang datang dan pergi, memenuhi jalan, kafe, dan ruang publik.

Media sosial dipenuhi potongan visual tentang Bandung: kopi, fesyen, kuliner, dan gaya hidup urban. Namun di balik keramaian cerita itu, muncul satu pertanyaan mendasar yang jarang diajukan secara serius, siapa sebenarnya yang bercerita tentang Bandung, dan cerita versi siapa yang sedang kita dengar?

Pariwisata pada hakikatnya adalah praktik storytelling. Setiap destinasi menawarkan narasi tentang identitas, sejarah, dan nilai yang ingin diwariskan kepada pengunjung.
Masalahnya, ketika storytelling dibiarkan tumbuh tanpa kesadaran kolektif, cerita kota mudah dikuasai oleh logika pasar, algoritma media sosial, dan kebutuhan konten instan.

Bandung, dalam konteks ini, berisiko terjebak dalam narasi yang ramai tetapi dangkal.
Selama bertahun-tahun, Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan kota akhir pekan. Tidak ada yang keliru dengan citra tersebut. Namun ketika narasi konsumsi menjadi cerita dominan, Bandung perlahan direduksi menjadi etalase, tempat untuk berbelanja, bersantap, dan berfoto, tanpa ruang yang cukup untuk memahami kedalaman sejarah dan makna kota.

ADVERTISEMENT

Padahal, Bandung memiliki kekayaan yang luar biasa. Lebih dari seribu bangunan heritage tersebar di berbagai sudut kota,mulai dari arsitektur art deco, kawasan kolonial, hingga situs yang merekam perjalanan sosial, budaya, dan intelektual bangsa. Jumlah ini menempatkan Bandung sebagai salah satu kota dengan konsentrasi bangunan bersejarah terbanyak di dunia. Ironisnya, kekayaan ini sering hadir secara sunyi, berdiri megah, tetapi minim narasi.

Di sinilah persoalan mendasar pariwisata Bandung hari ini, bukan kekurangan aset, melainkan kekurangan storytelling yang dirawat bersama. Banyak cerita beredar, tetapi tidak semuanya berpijak pada pemahaman sejarah dan identitas kota. Akibatnya, warisan budaya kerap diperlakukan sebagai latar visual, bukan sebagai sumber pengalaman dan pengetahuan.

Jalan Braga: Ketika Ikon Kehilangan Cerita
Salah satu contoh paling nyata dari persoalan ini adalah Jalan Braga. Bagi wisatawan, Braga dikenal sebagai ikon heritage Bandung: jalan berarsitektur kolonial, deretan kafe, dan ruang swafoto yang estetik. Ia populer, tetapi sering kali hadir tanpa konteks.

Padahal, Braga adalah arsip hidup sejarah Bandung sebagai kota modern. Di jalan ini, pernah tumbuh pusat perdagangan, seni, pergaulan intelektual, dan kehidupan kosmopolitan awal abad ke-20. Braga bukan sekadar koridor wisata, melainkan ruang di mana kota membentuk identitasnya.

Dalam praktik pariwisata hari ini, storytelling Braga sering berhenti pada estetika. Wisatawan berjalan, memotret, lalu pergi, tanpa pernah diajak memahami mengapa jalan ini penting bagi Bandung. Bangunan berdiri indah, tetapi sunyi secara makna.

Jika storytelling dikelola secara sadar, Braga dapat menjadi contoh bagaimana pariwisata heritage menghadirkan pengalaman yang lebih dalam. Setiap bangunan dapat menjadi titik cerita: tentang arsitektur art deco, perubahan fungsi ruang, dinamika sosial, hingga relasi antara kota dan ingatan kolektif.

Storytelling ini tidak harus hadir dalam bentuk tur formal semata, tetapi dapat diwujudkan melalui papan interpretatif yang komunikatif, tur tematik berbasis komunitas, audio guide digital, maupun konten media sosial yang dirancang dengan narasi berlapis.

Lebih penting lagi, storyteller utama Braga seharusnya adalah warga dan komunitas. Ketika cerita datang dari mereka yang hidup dan merawat ruang tersebut, narasi menjadi lebih otentik. Pariwisata pun bergeser dari aktivitas konsumsi ruang menjadi perjumpaan dengan sejarah dan kehidupan kota.

Storytelling sebagai Strategi Pariwisata Kota
Kasus Braga menunjukkan bahwa tantangan utama pariwisata Bandung bukan terletak pada kurangnya ikon, melainkan pada ketiadaan orkestrasi storytelling. Ruang yang sama dapat menghadirkan pengalaman dangkal atau bermakna, tergantung pada bagaimana cerita dikelola.

Sebagai anggota Bandung Tourism Board, saya meyakini bahwa peran lembaga ini bukan sekadar meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi menjaga arah cerita kota. Tourism board idealnya menjadi penjaga makna ruang kolaboratif yang menghubungkan pemerintah, komunitas, pelaku industri, dan akademisi dalam merumuskan storytelling Bandung yang berakar, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, teknologi dan konsep smart tourism seharusnya menjadi alat pendukung, bukan tujuan. Smart tourism bukan sekadar aplikasi atau promosi digital, melainkan sistem yang memungkinkan cerita kota disampaikan secara kontekstual, etis, dan partisipatif. Tanpa literasi budaya dan komunikasi, teknologi justru berisiko mempercepat banalitas cerita.

RELATED POSTS

RAMADHAN

Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan

Dump Truck Pengangkut Pasir Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandung, Lalin Macet

Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung

Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga

Bandung tidak kekurangan cerita. Yang kita butuhkan adalah kesepakatan tentang cerita mana yang ingin kita rawat dan wariskan. Apakah Bandung hanya ingin dikenal sebagai kota singgah, atau sebagai kota yang mengajak orang berhenti sejenak, memahami, dan menghargai jejak sejarahnya?

Pariwisata yang kuat bukanlah pariwisata yang paling ramai, melainkan yang paling bermakna. Ketika storytelling Bandung dibangun secara sadar oleh warga, komunitas, pemerintah, dan tourism board, kota ini tidak hanya akan dikunjungi, tetapi juga dipahami dan dikenang.

Dan pada akhirnya, tugas kita bersama bukan sekadar mendatangkan orang ke Bandung, melainkan memastikan bahwa setiap orang yang datang pulang membawa cerita yang bernilai tentang kota ini.***

Tags: BandungCeritaSubchan
ShareTweetSend

Related Posts

RAMADHAN
Berita Utama

RAMADHAN

8 Feb 2026 11:23
Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan
Berita Utama

Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan

5 Feb 2026 10:24
Dump Truck Pengangkut Pasir Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandung, Lalin Macet
Berita Utama

Dump Truck Pengangkut Pasir Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandung, Lalin Macet

3 Feb 2026 09:55
Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung
News

Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung

12 Jan 2026 19:33
Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga
Berita Utama

Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga

12 Jan 2026 16:14
“KEBIJAKAN DATANG, DAPUR YANG PADAM”
Bandung Raya

“KEBIJAKAN DATANG, DAPUR YANG PADAM”

11 Jan 2026 07:54
Next Post
Lima Pelajar Asal Cileunyi Terseret Ombak Pantai Barat Pangandaran, Empat Selamat dan Satu Hilang

Lima Pelajar Asal Cileunyi Terseret Ombak Pantai Barat Pangandaran, Empat Selamat dan Satu Hilang

Kaleidoskop 2025: Prahara di Bulan Agustus! Tragedi Affan Kurniawan dan Momentum Titik Balik Polri

Kaleidoskop 2025: Prahara di Bulan Agustus! Tragedi Affan Kurniawan dan Momentum Titik Balik Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

4 Feb 2026 13:36
Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

3 Feb 2026 22:20
Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

5 Feb 2026 11:59
Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

5 Feb 2026 23:44
Pertarungan Puncak Emosi di Monte Carlo: Saat PSG On Fire, Monaco Perlu Keajaiban

Real Madrid Fokus Rekrut Pemain Kunci untuk Musim Depan

0
Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

0
Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

0
Menteri PKP, Maruarar Sirait.

Menteri PKP Siapkan Skema Rumah Susun Subsidi Bersama Danantara

0
Pertarungan Puncak Emosi di Monte Carlo: Saat PSG On Fire, Monaco Perlu Keajaiban

Real Madrid Fokus Rekrut Pemain Kunci untuk Musim Depan

9 Feb 2026 01:54
Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

Barcelona Fokus Perkuat Lini Belakang, Martinez Jadi Opsi Utama

9 Feb 2026 01:45
Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

8 Feb 2026 23:33
Menteri PKP, Maruarar Sirait.

Menteri PKP Siapkan Skema Rumah Susun Subsidi Bersama Danantara

8 Feb 2026 22:59
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.