“Sesuai perintah dari Pak Mentan kemarin, untuk disiapkan beras yang betul-betul fresh, yang mana gabah yang baru dipanen dari sawah atau GKP itu langsung kita bawa,” ungkap Rizal.
“Kami rencanakan minggu ketiga bulan Februari, ini sudah kami berangkatkan sesuai dengan permintaan adalah 2.280 ton. Namun kami siapkan 3.000 ton. Supaya apa? Antisipasi kalau ada keperluan tambahan maupun nanti kalau memang ada warga Saudi yang membutuhkan,” tambahnya.
Sebelumnya, penyerapan setara beras produksi dalam negeri yang dijalankan Perum Bulog di awal 2026 ini disebut mengalami raihan yang semakin progresif.
Terbaru, per 8 Februari 2026 realisasi serapan Bulog telah menyentuh angka 209,3 ribu ton setara beras.
Realisasi serapan setara beras yang bersumber dari produksi dalam negeri tersebut jika dibandingkan 8 Februari tahun sebelumnya tercatat meningkat pesat hingga 440,7 persen. Ini karena realisasi pada 8 Februari 2025 hanya berada di angka 38,7 ribu ton setara beras.
Senada, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendukung ekspor beras Bulog apabila serapan beras produksi dalam negeri terus meningkat pesat. Tren positif harus terus dijaga konsistennya.
“Mudah-mudahan tingkat serapan Bulog ini bertahan, tetap konstan. Jadi aku hafal datanya Bulog. Ini kalau berlanjut, insya Allah hampir pasti mudah-mudahnya, kalau ada negara sahabat yang butuh beras, kita bisa supply,” kata Amran di DPR (3/2/2026).***
















