Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 perekonomian Kabupaten Sukabumi mencatat pertumbuhan 5,15 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku sebesar Rp88,14 triliun, sementara tantangan ketenagakerjaan dan sosial masih memerlukan dukungan akses mobilitas yang lebih luas.
Kondisi ini menegaskan pentingnya konektivitas transportasi sebagai pengungkit akses kerja dan layanan publik.
Fungsi tersebut diperkuat oleh layanan kereta api yang beroperasi dari Stasiun Sukabumi.
KA Pangrango menghubungkan Sukabumi dengan Bogor dan jejaring Comuter Line Jabodetabek, sedangkan KA Siliwangi melayani relasi pulang-pergi Sukabumi–Cipatat yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, serta Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Kedua layanan ini membentuk koridor konektivitas regional yang memperluas jangkauan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Efektivitas konektivitas tersebut semakin kuat melalui integrasi antarsimpul di Bogor.
Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang terhubung melalui skybridge dengan jarak sekitar 200 meter, sehingga pengguna Commuter Line dapat melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi menggunakan KA Pangrango.
Integrasi ini menjadikan Bogor sebagai simpul pengumpan utama yang memperluas akses Sukabumi ke kawasan metropolitan.
Dampak dari konektivitas yang terbangun tercermin pada pertumbuhan volume penumpang.
















