TERASJABAR.ID – Terminal Guntur Melati Garut yang berlokasi di Jalan Gubtur Sari Haurpanggung Garut pada Minggu (29/03/2026) Dipadati pemudik yang hendak pulang kembali ke beberapa kota tujuan.
Kepulangan ini beragam kepentingan mulai dari kepentingan pekerjaan, bisnis, juga pulang kembali kerumah setelah liburan pada Idul Fitri 2026 dikampung halaman .
Menurut keterangan H Yuda Prawira sebagai kepala operasional PO PRIMAJASA arus balik pada tahun ini ada kenaikan signifikan meskipun ada program arus balik gratis namun tidak mengganggu pada arus balik reguler, Yuda menilai pada arus balik ini dominan bahwa masyarakat Garut dominan merantau ke Jakarta, Lebak bulus, Bekasi dan Bogor.
” Ya mungkin untuk orang Garut ini dominan kebanyakan merantau ke Jakarta, Bekasi dan Lebak bulus Serta Bogor, kemungkinan untuk arus mudiknya itu hanya ke Garut, jadi nggak mungkin untuk arus mudiknya itu bisa signifikan, tapi kalau untuk arus balik maksimal dan Alhamdulillah pada tahun ini juga ada kenaikan volume.” Jelas Yuda.
Menurut Yuda pada arus mudik dan balik ini terjadi penurunan setelah covid juga adanya kereta api.
” Karena setelah covid penumpang ini tidak maksimal apalagi setelah ada kereta sebagai komuneter terbaru tapi kalau dilihat Alhamdulillah arus mudik dan arus balik tahun ini signifikan,” ucap Yuda.
” Bahkan kalau kita perhitungkan sampai perhari ini ada kurang lebih 5000 pemudik arus balik ,” tambah Yuda.
Yuda menambahkan untuk arus balik lebaran tahun ini angka tertinggi pemudik yaitu dengan kota tujuan Bekasi mencapai 700 pemudik arus balik.
” ini kalau hitung hitungan yang arah ke jakarta kurang lebih ada 300 pemudik arus balik, yang paling dominan Lebak bulus karena armadanya juga paling banyak Lebak bulus kurang lebih udah ada di 400 penumpang, malah Bekasi mendominasi, untuk Bekasi ini luar biasa lebih banyak ada di 700 an penumpang arus balik.” Tutup Yuda.
Fitri (25) asal Kecamatan Maroko Kabupeten Garut dia mengaku merantau kerja ke Bekasi sudah tiga tahun dan bekerja sebagai pengasuh. ” Saya pergi merantau untuk kerja di Bekasi sudah tiga tahun dan saya kerja sebagai pengasuh,saya memilih merantau kerja jauh dari kampung halaman karena desakan kebutuhan keluarga.” Kata Fitri.
Meskipun Fitri dengan status belum menikah namun dirinya terpanggil untuk membantu orang tua sehingga nekat dan pergi Ke Bekasi. ” Status saya masih lajang kenapa saya pergi bekerja jauh dari rumah,semata mata saya harus membantu kebutuhan orang tua walaupun tidak ada paksaan ini semua kesadaran diri sendiri.” Pungkas Fitri.*









