Pencarian korban longsor dilakukan oleh lebih dari 3.000 personil Tim SAR Gabungan. Tim memanfaatkan berbagai peralatan dalam mencari korban, seperti lima pesawat helikopter, 17 alat berat, dan 22 drone.
Operasi SAR pencarian korban longsor dilakukan selama 24 jam sehari. Meskipun pada malam hari, pencarian korban di lokasi longsor dihentikan, proses evaluasi dan koordinasi penanganan longsor terus dilaksanakan.
“Tantangannya ketebalan longsor di titik tertentu lebih dari 10 meter, curah hujan tinggi sehingga alat berat hanya bisa dioperasikan di tepian sektor,” katanya.
Relokasi
Sementara itu, Bupati KBB Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan hasil pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Beberapa warga yang rumahnya masuk zona kuning dalam peta tersebut telah dipulangkan kembali ke rumahnya.
Sedangkan masyarakat yang masuk zona rawan gerakan tanah bakal direlokasi dan disediakan hunian sementara dan hunian tetap.
“Pemerintah daerah akan cari lahan untuk relokasi berdasarkan hasil pemetaan dari Badan Geologi bahwa lahan tersebut aman untuk dihuni,” ujar Jeje.
Ia mengimbau masyarakat di Kabupaten Bandung Barat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam karena curah hujan tinggi. Jika terdapat tanda bahaya, segera evakuasi diri ke tempat yang aman.***


















