Hal tersebut disampaikan saat menghadiri rapat yang membahas percepatan penanganan sampah nasional, awal Februari 2026 lalu.
Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Sampah Nasional yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Mendiktisaintek juga menyoroti bahwa gerakan Pengelolaan Sampah di Kampus telah dimulai sejak tahun sebelumnya.
Kampus dinilai memiliki peran lebih dari sekadar pusat riset, melainkan juga sebagai laboratorium nyata untuk menguji, menyempurnakan, dan mereplikasi solusi teknologi pengelolaan sampah.
Melalui pendekatan tersebut, Kemdiktisaintek terus mendorong konsolidasi berbagai inovasi teknologi pengolahan sampah yang dilakukan kampus, untuk dihilirisasi dan distandarisasi.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan teknologi oleh berbagai pihak, termasuk institusi pemerintah dan daerah, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.
Kunjungan ke fasilitas “Motah” ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara kebijakan, riset, dan implementasi di lapangan.
Sekaligus mendorong percepatan adopsi solusi pengolahan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan di berbagai wilayah di Indonesia.***

















