terasjabar.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 16 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home News

CERITA ITU BERNAMA KETIDAKPASTIAN

Herman by Herman
13 Jun 2026 17:26
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
CERITA ITU BERNAMA KETIDAKPASTIAN

( Negeri yang Sedang Menunggu Kabar Baik)

Oleh: Subchan Daragana
Akademsi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie

Ada minggu-minggu yang berjalan biasa. Ada pula minggu-minggu yang terasa berat bahkan sebelum kita selesai membaca berita pagi. Minggu ini terasa seperti yang kedua. Harga BBM naik. Nilai tukar dolar menyentuh angka yang membuat banyak pelaku usaha menahan napas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini dipromosikan sebagai simbol harapan, mendadak menjadi sorotan karena kasus dugaan korupsi. Di saat yang hampir bersamaan, publik disuguhi kabar operasi tangkap tangan pejabat negara. Lalu mahasiswa kembali turun ke jalan.

Satu peristiwa mungkin dapat dijelaskan. Dua peristiwa masih bisa dipahami. Namun ketika berbagai peristiwa datang hampir bersamaan, masyarakat mulai bertanya-tanya: sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Pertanyaan itu penting. Bukan karena Indonesia sedang runtuh. Bukan pula karena negara sedang berada di ambang krisis. Tetapi karena dalam kehidupan berbangsa, persepsi sering kali bergerak lebih cepat daripada data. Dan persepsi publik minggu ini tampaknya sedang dipenuhi kegelisahan.

Yang menarik, keresahan masyarakat tidak selalu lahir dari satu masalah besar. Ia sering muncul dari akumulasi berbagai peristiwa kecil yang datang tanpa jeda. Harga kebutuhan naik. Lapangan kerja terasa semakin kompetitif. Berita korupsi kembali muncul. Nilai tukar rupiah melemah. Lalu media sosial memperlihatkan semuanya dalam satu layar yang sama. Akibatnya, publik tidak lagi melihat peristiwa secara terpisah. Mereka melihatnya sebagai satu cerita besar.

Cerita itu bernama ketidakpastian.

Dalam ilmu komunikasi, ada konsep yang dikenal sebagai agenda setting. Masyarakat tidak selalu memikirkan apa yang paling penting, tetapi cenderung memikirkan apa yang paling sering dibicarakan. Ketika linimasa media sosial, grup percakapan keluarga, kanal berita, dan obrolan warung kopi dipenuhi isu ekonomi, korupsi, dan demonstrasi, maka yang terbentuk bukan hanya opini. Yang terbentuk adalah suasana batin kolektif.
Dan suasana batin bangsa tidak pernah bisa diukur hanya dengan statistik.

Di tengah artikel ini, mungkin ada pertanyaan yang layak kita renungkan: apakah yang sedang turun sebenarnya hanya nilai rupiah?
Sebab jika diperhatikan lebih jauh, yang sedang diuji bukan hanya ekonomi. Yang sedang diuji adalah kepercayaan. Kepercayaan bahwa program pemerintah berjalan sebagaimana mestinya. Kepercayaan bahwa institusi publik masih bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Kepercayaan bahwa keadaan akan menjadi lebih baik dibanding hari ini.
Kepercayaan adalah mata uang yang tidak tercatat dalam laporan keuangan negara. Ia tidak terlihat seperti cadangan devisa. Tidak muncul dalam grafik inflasi. Namun ketika kepercayaan mulai terkikis, dampaknya dapat dirasakan di mana-mana. Orang menunda investasi. Pelaku usaha menahan ekspansi. Anak muda mulai pesimis terhadap masa depan. Dan ruang publik menjadi lebih mudah dipenuhi kemarahan dibanding harapan.

Di sinilah pentingnya membaca fenomena minggu ini dengan kepala dingin. Tidak semua berita buruk berarti negara sedang menuju jurang. Tetapi terlalu banyak berita buruk yang datang bersamaan dapat menciptakan persepsi bahwa keadaan sedang tidak baik-baik saja. Dalam politik dan komunikasi publik, persepsi semacam itu tidak boleh dianggap remeh.

Karena sejarah menunjukkan bahwa demonstrasi mahasiswa sering kali bukan tentang satu isu. Ia adalah bahasa sosial yang muncul ketika banyak kegelisahan bertemu pada waktu yang sama. Kenaikan harga, kasus korupsi, tekanan ekonomi, dan ketidakpastian masa depan akhirnya bertemu dalam satu ruang ekspresi bernama jalanan.

ADVERTISEMENT

Pemerintah tentu memiliki data. Pemerintah mungkin juga memiliki penjelasan. Namun dalam era digital, data saja tidak cukup. Masyarakat membutuhkan keyakinan bahwa negara memahami apa yang mereka rasakan. Sebab pada akhirnya, publik tidak hanya menilai apa yang dilakukan pemerintah. Mereka juga menilai apakah pemerintah mendengar kegelisahan mereka.

Dan mungkin di sinilah pelajaran terbesar dari minggu yang gaduh ini.
Yang sedang dicari masyarakat bukan sekadar penjelasan. Yang sedang dicari adalah harapan!

RELATED POSTS

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

Partai Demokrat: Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab

Kita Hafal Januari , Tapi Lupa Muharram

Hamparan Liar Eceng Gondok di Waduk Darma Akibat Pembiaran

Megah, Ribuan Warga Dari Setiap Kampung Tumpah di Pusat Kota Sambut 1 Muharam 1448 Hijriah

Harga BBM bisa naik. Nilai tukar rupiah bisa berfluktuasi. Kasus korupsi bisa diusut. Demonstrasi bisa berakhir. Namun jika harapan dan kepercayaan publik ikut hilang, biaya untuk membangunnya kembali akan jauh lebih mahal daripada angka apa pun yang tercatat dalam APBN.

Karena yang menjaga sebuah bangsa bukan hanya pertumbuhan ekonomi, bukan hanya program pemerintah, dan bukan hanya stabilitas politik.

Melainkan keyakinan warganya bahwa esok masih layak diperjuangkan.

ShareTweetSend

Related Posts

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
News

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

16 Jun 2026 14:35
Partai Demokrat: Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Wakil Rakyat

Partai Demokrat: Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab

16 Jun 2026 14:18
Kita Hafal Januari , Tapi Lupa Muharram
Opini

Kita Hafal Januari , Tapi Lupa Muharram

16 Jun 2026 13:56
Hamparan Liar Eceng Gondok di Waduk Darma Akibat Pembiaran
Daerah

Hamparan Liar Eceng Gondok di Waduk Darma Akibat Pembiaran

16 Jun 2026 13:14
Megah, Ribuan Warga Dari Setiap Kampung Tumpah di Pusat Kota  Sambut 1 Muharam 1448 Hijriah
Daerah

Megah, Ribuan Warga Dari Setiap Kampung Tumpah di Pusat Kota Sambut 1 Muharam 1448 Hijriah

16 Jun 2026 10:21
Satpol PP Bandung Tertibkan THM Bandel dan Segel Toko Minol Tanpa Izin
Berita Utama

Satpol PP Bandung Tertibkan THM Bandel dan Segel Toko Minol Tanpa Izin

16 Jun 2026 10:14
Next Post
Jangan Tertipu! Ini Toko Resmi Penjual Jersey Piala Dunia 2026 Original

Jangan Tertipu! Ini Toko Resmi Penjual Jersey Piala Dunia 2026 Original

24 Tahun Menunggu, Turki Akhirnya Kembali ke Piala Dunia

24 Tahun Menunggu, Turki Akhirnya Kembali ke Piala Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

11 Jun 2026 17:23
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

7 Jun 2026 16:24
Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

0
Partai Demokrat: Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab

Partai Demokrat: Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab

0
Kita Hafal Januari , Tapi Lupa Muharram

Kita Hafal Januari , Tapi Lupa Muharram

0
Hamparan Liar Eceng Gondok di Waduk Darma Akibat Pembiaran

Hamparan Liar Eceng Gondok di Waduk Darma Akibat Pembiaran

0
Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

16 Jun 2026 14:35
Partai Demokrat: Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab

Partai Demokrat: Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab

16 Jun 2026 14:18
Kita Hafal Januari , Tapi Lupa Muharram

Kita Hafal Januari , Tapi Lupa Muharram

16 Jun 2026 13:56
Hamparan Liar Eceng Gondok di Waduk Darma Akibat Pembiaran

Hamparan Liar Eceng Gondok di Waduk Darma Akibat Pembiaran

16 Jun 2026 13:14

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.