Ia menjelaskan bahwa laboratorium ini mengembangkan tiga pilar utama, yaitu Research, Innovation, dan Collaboration. Melalui ketiga pilar tersebut, Lab Inovasi Pariwisata akan menjadi pusat pengembangan penelitian, inkubasi gagasan, penyusunan rekomendasi kebijakan, serta penguatan city branding Kota Bandung.
Mewakili Pemerintah Kota Bandung, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nuzul Irwan Irawan, S.E., M.Si., mengapresiasi lahirnya laboratorium tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan dunia akademik dalam mendukung pembangunan pariwisata.
“Pemerintah Kota Bandung menyambut baik hadirnya Lab Inovasi Pariwisata sebagai mitra strategis dalam menghasilkan kajian dan rekomendasi berbasis data. Kolaborasi seperti ini menjadi fondasi penting agar pembangunan pariwisata Kota Bandung semakin adaptif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Agung Nugraha, S.E., menilai bahwa penguatan narasi destinasi merupakan salah satu tantangan utama dalam meningkatkan daya saing pariwisata.
“Pariwisata bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi tentang cerita dan pengalaman yang dibawa pulang oleh wisatawan. Karena itu, membangun narasi yang kuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi langkah yang sangat penting bagi masa depan pariwisata Kota Bandung,” katanya.
Dari kalangan akademisi, Eli Jamilah Mihardja, S.S., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan penelitian yang memberikan dampak nya
.
















