TERASJABAR.ID – Blink Charging menjalin kerja sama dengan Emobi untuk menghadirkan pengalaman pengisian daya kendaraan listrik yang lebih praktis dan terintegrasi.
Melalui kolaborasi ini, pengisi daya EV milik Blink akan terhubung dengan sistem roaming digital serta teknologi JustPlug dari Emobi.
Kerja sama tersebut memungkinkan pengguna kendaraan listrik mengakses stasiun pengisian Blink melalui berbagai aplikasi, mulai dari platform milik produsen mobil, aplikasi armada, hingga layanan pengisian daya lain yang sudah biasa digunakan pengemudi.
Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi atau membuat banyak akun hanya untuk mengisi daya kendaraan.
Selain itu, teknologi JustPlug menghadirkan sistem pengisian otomatis.
Pengemudi cukup mencolokkan kabel pengisian, sementara proses autentikasi dan pembayaran dilakukan secara otomatis tanpa perlu kartu tambahan maupun login aplikasi.
Blink sendiri saat ini mengelola lebih dari 56 ribu port pengisian daya EV yang tersebar di apartemen, area kerja, kampus, depo armada, dan lokasi publik.
Salah satu tantangan terbesar pengguna kendaraan listrik selama ini memang pengalaman pengisian yang terfragmentasi karena setiap jaringan sering memakai sistem berbeda.
Dengan integrasi ke platform Emobi, pengemudi diharapkan memperoleh pengalaman pengisian yang lebih konsisten di berbagai jaringan.
Emobi juga menyebut sistem standardisasi datanya akan membantu operator armada mengakses banyak jaringan pengisian dengan proses yang lebih sederhana.
Teknologi JustPlug diklaim kompatibel dengan pengisi daya cepat DC maupun Level 2 tanpa perlu pembaruan perangkat keras atau firmware tambahan.
Sistem ini juga disebut dapat mempercepat penerapan standar ISO-15118 Plug&Charge yang memungkinkan pengisian daya berjalan otomatis.
Kolaborasi antara kedua perusahaan ini akan berlangsung selama satu tahun tahap awal.
CEO Emobi, Lin Sun Fa, mengatakan kemitraan tersebut bertujuan memberi fleksibilitas lebih besar kepada pengguna EV sekaligus menghadirkan pengalaman pengisian yang lebih mulus.
Sementara itu, CEO Blink, Mike Battaglia, menilai kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan mempermudah penggunaan stasiun pengisian kendaraan listrik di masa depan.-***











