TERASJABAR.ID – Militer Amerika Serikat memperluas operasi penekanannya terhadap Iran, tidak hanya melalui blokade pelabuhan, tetapi juga dengan memberi kewenangan kepada pasukannya di berbagai wilayah dunia untuk menghentikan kapal yang berhubungan dengan Teheran.
Targetnya mencakup kapal yang dicurigai membawa dukungan material seperti senjata, minyak, logam, hingga perangkat elektronik.
Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, menegaskan bahwa operasi ini juga mencakup kawasan Pasifik, dengan fokus pada kapal yang berangkat sebelum blokade diberlakukan di sekitar Selat Hormuz.
Ia menyatakan bahwa pasukan AS di berbagai wilayah akan aktif mengejar kapal berbendera Iran atau kapal lain yang dianggap membantu pemerintah Iran.
Militer AS juga merilis daftar barang yang dikategorikan sebagai selundupan.
Barang seperti senjata dan amunisi termasuk “selundupan mutlak”, sementara minyak, logam, dan material industri masuk kategori “selundupan bersyarat” yang dapat disita jika berpotensi digunakan untuk kepentingan militer.
Bahkan barang sipil seperti elektronik atau mesin berat dapat ditahan jika dicurigai memiliki fungsi militer.
Lebih dari 10.000 personel dikerahkan untuk mendukung blokade ini.
Dalam beberapa hari pertama, setidaknya 14 kapal dilaporkan berbalik arah untuk menghindari konfrontasi.
Sejumlah kapal lainnya menghentikan aktivitas atau mematikan sistem pelacakan.
AS juga memperingatkan bahwa kapal yang mencoba menerobos blokade bisa dihentikan secara paksa, bahkan diambil alih jika diperlukan.
Operasi ini didukung armada laut, pesawat, serta sistem pengawasan canggih, menandai peningkatan tekanan terhadap Iran di tengah upaya memperpanjang gencatan senjata.-***









