Menurut Rudy, sampah menjadi salah satu sumber masalah yang ia soroti di jalan pertengahan tahun 2026.
“Kita menyadari bahwa tantangan yang dihadapi Kabupaten Bogor tidak hanya bencana banjir dan tanah longsor, tetapi juga darurat sampah yang harus segera ditangani,” tandas Rudy.
Ia melanjutkan, oleh karena itu, kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru sekaligus lompatan besar dalam arah pembangunan Kabupaten Bogor.
“Semua persoalan harus kita tangani dan tuntaskan, banjir harus diselesaikan, sampah harus diatasi, dan pembangunan harus terus berjalan,” ujar Rudy Susmanto.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, sampah saat ini menjadi fokus utama pemerintah karena sudah masuk kategori darurat yang dapat mengancam lingkungan.
“Kita ini sudah masuk kategori darurat sampah. Buktinya sudah menggunung, dan sudah ada bencana,” jelasnya.
Zulhas mengungkapkan, sesuai arahan Bapak Presiden, hingga tahun 2029 diharapkan seluruh sumber sampah non-rumah tangga dapat diselesaikan di tempatnya masing-masing.
Artinya, lanjut Zulhas, sampah dari kantor harus selesai di kantor, sampah pasar selesai di pasar, sampah sekolah selesai di sekolah, begitu juga dengan restoran dan fasilitas lainnya. Tinggal sampah rumah tangga yang akan menjadi fokus berikutnya.
“Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh kepala daerah untuk mengawal program ini secara serius, memastikan target waktu tercapai, serta menjaga keberlanjutan pasokan sampah sebagai bahan baku, agar investasi yang masuk juga dapat berjalan optimal,” jelas Zulhas.***
Sumber: Diskominfo Kabupaten Bogor


















