TERASJABAR.ID – Kegagalan Chelsea lolos ke kompetisi Eropa pada musim 2026–27 bisa menjadi sumber kekecewaan besar bagi para pendukung, tetapi di sisi lain memberi Xabi Alonso ruang lebih besar untuk memulai proyek perbaikan tim.
Meski begitu, pelatih asal Spanyol itu tetap menghadapi tantangan berat, terutama dalam menjaga para pemain bintang agar tetap bertahan dan berkomitmen di Stamford Bridge.
Salah satu nama yang dianggap berpotensi menjadi pusat proyek baru adalah Enzo Fernández.
Gelandang asal Argentina itu memang menunjukkan kontribusi signifikan, namun performanya masih menuai perdebatan di kalangan pengamat.
Sejak sempat dijatuhi sanksi internal karena pernyataan terkait ketertarikan pada Real Madrid, ia mencatat tiga gol dan satu assist dalam delapan kali starter.
Beberapa laga penting, seperti semifinal Piala FA melawan Leeds United dan kemenangan atas Tottenham Hotspur, menunjukkan perannya yang krusial.
Namun, gesturnya saat melambai kepada suporter di Sunderland kembali memicu spekulasi soal masa depannya.
Situasi ini diperburuk oleh rumor minat dari klub seperti Manchester City serta belum tuntasnya negosiasi kontrak dengan Chelsea.
Walaupun masih terikat kontrak jangka panjang, muncul anggapan bahwa baik pemain maupun klub belum menemukan kesepakatan soal perpanjangan.
Kondisi ini membuat masa depannya semakin tidak pasti, apalagi jika tuntutan gaji atau proyek tim tidak sejalan.
Dari sisi taktik, Fernández juga dinilai belum sepenuhnya cocok bermain dalam duet lini tengah bersama Moisés Caicedo.
Chelsea beberapa kali terlihat kesulitan menguasai pertandingan saat keduanya dipasangkan, termasuk saat kalah dari Sunderland.
Ia dinilai lebih efektif ketika dimainkan sebagai gelandang serang atau dalam sistem tiga gelandang yang lebih seimbang.
Catatan performa menunjukkan Chelsea jarang meraih hasil maksimal ketika Fernández dan Caicedo menjadi pasangan gelandang utama dalam skema dua pemain. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai peran idealnya dalam sistem Alonso ke depan.
Dengan situasi tersebut, muncul pandangan bahwa menjual Fernández bisa menjadi opsi strategis, terutama untuk memaksimalkan nilai transfernya yang tinggi.
Chelsea diyakini ingin menghindari kerugian finansial mengingat nilai amortisasi dan harga pembelian awal yang sangat besar.
Di tengah minat klub-klub besar Eropa dan kebutuhan perombakan skuad, keputusan terkait Fernández akan menjadi salah satu langkah penting dalam proyek pembangunan ulang Chelsea di bawah Alonso, termasuk kemungkinan mendatangkan gelandang yang lebih kuat secara fisik atau pemain kreatif baru untuk mendukung Cole Palmer.-***

















