TERASJABAR.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna bertakziyah ke rumah duka dari dua korban yang terseret arus sungai saat hujan deras, di Kampung Girang Deukeut RT 01/RW 09 Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran, Kamis (16/4/2026).
Kedua korban antara lain seorang siswi bernama Ginasyah Lintang Sari (18), Kelas XII SMAN 1 Banjaran dan Agus Sutisna (52), seorang petugas keamanan SMAN 1 Banjaran.
Diketahui, pada saat kejadian korban Gina yang sedang melihat kondisi banjir tiba-tiba terperosok ke Sungai Cibanjaran yang dipicu akibat robohnya tembok penahan tanah (TPT) atau benteng di bantaran sungai tersebut.
Melihat kejadian itu, petugas keamanan sekolah Agus berupaya menolong korban Gina. Namun air bah yang meluncur deras di Sungai Cibanjaran menyeret kedua korban hingga terbawa arus. Saat keduanya ditemukan, sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Saya bertakziyah ke rumah duka almarhumah Neng Gina dan Pak Agus yang terkena musibah akibat ambrolnya tanggul atau benteng sungai,” kata Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb dan Camat Banjaran Kasta Wiguna.

“Tentu, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung turut prihatin dan berduka cita atas wafatnya Neng Gina juga almarhum Pak Agus yang berupaya menolong Neng Gina saat terseret arus sungai,” imbuh Bupati KDS.
KDS juga mengakui setelah mengecek ke lapangan, memang ada beberapa titik lokasi yang harus segera diperbaiki seperti TPT yang ambrol dan jembatan sungai yang menghubungkan Desa Ciapus dan Desa Banjaran Kota harus segera diperbaiki.
“Saya minta Pak Camat dengan Pak Kades dengan Dinas PUTR untuk segera melakukan assesment dan kalau bisa ditangani secara pentahelix agar bisa lebih cepat dalam pengerjaannya,” ujar KDS.
Ia mengimbau pada saat cuaca ekstrem atau hujan deras warga sebaiknya mencari lokasi yang aman aar jangan sampai kejadian seperti yang dialami korban Gina terulang kembali.
“Memang yang dialami almarhumah merupakan sebuah takdir dan insya Alloh kita meyakini almarhumah husnul khotimah. Begitu juga kepada Pak Ersih selaku ayah kandung korban beserta keluarga diberikan kesabaran dan ketawakalan menghadapi musibah dan ujian ini,” ucap KDS.
Ia menandaskan, dalam kejadian seperti ini menjadikan suatu gambaran bahwa dalam situasi kondisi cuaca yang tidak jelas ini kita harus lebih berhati-hati.
Sebelumnya diberitakan kejadian naas yang dialami Gina dan Agus bermula ketika tembok penahan di sekitar sungai ambruk dan terseret arus yang sangat deras. Akibatnya, Gina yang sedang melintas di lokasi tersebut terperosok dan terseret arus sungai. Melihat korban Gina terseret arus sungai, Satpam Agus berupaya menolong korban dengan menceburkan diri ke sungai.
Dalam insiden tersebut, semua ada enam orang yang terseret arus sungai. Beruntung, lima orang di antaranya berhasil diselamatkan oleh warga yang langsung mencebur ke sungai meski sempat hanyut. Namun, nyawa Gina tidak dapat tertolong saat berhasil dievakuasi.
“Ada enam orang yang terbawa arus. Satu orang meninggal dunia dan lima lainnya berhasil selamat,” jelas Kepala Desa Ciapus, Usep Suhendar.
Jenazah korban akhirnya ditemukan di aliran sungai yang melintasi Kampung Cipaku, Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran. Warga kemudian melakukan evakuasi dan memulangkan jenazah ke rumah duka di Kampung Girang Deukeut.
Sementara jasad Satpam Agus Sutisna ditemukan keesokan harinya, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.40 WIB di Kampung Badra, RW 09, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, membenarkan kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Jasad Gina ditemukan tersangkut di Jembatan Cipaku. Sedangkan jasad Agus ditemukan di Kampung Badra, Desa Tarajusari, di aliran Sungai Citepus,” ujar Diki
Diki menjelaskan, peristiwa bermula saat Gina mendatangi lokasi untuk melihat kondisi banjir di bantaran Sungai Cibanjaran. Namun TPT sungai ambrol dan Gina terperosok masuk ke aliran sungai yang deras.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai justru menyeret beberapa orang yang mencoba membantu.
Salah satunya Agus Sutisna yang secara spontan melompat ke sungai untuk menyelamatkan korban.
“Korban Agus berniat menolong, namun karena kondisi arus sangat deras dan tidak terkendali, justru ikut terseret bersama korban Gina,” kata Diki.
Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Satpol-PP, Linmas, dan relawan langsung melakukan pencarian hingga malam hari. Namun jasad korban Agus baru ditemukan keesokan harinya.**










