Kemudian, aneka cabai 345 kilogram, bawang merah 1.352,5 kilogram, bawang putih 202,5 kilogram, telur ayam 1.140 kilogram, daging ayam ras 650 kilogram, daging sapi 350 kilogram, serta sayuran segar sebanyak 1.610 kilogram.
Selain itu, tersedia pula buah-buahan sebanyak 190 kilogram, produk perikanan, serta aneka pangan olahan dari 38 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan.
Seluruh komoditas dijual lebih rendah dibandingkan harga pasar. Hal itu dapat terwujud berkat kolaborasi antara produsen, distributor, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku usaha ritel, serta dukungan subsidi distribusi.
Masyarakat juga dapat membeli kebutuhan pokok secara langsung dari produsen dan distributor sehingga harga yang diperoleh relatif lebih terjangkau.
“Kami berharap kegiatan Pasar Murah 2026 dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat keterjangkauan pangan bagi masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah menjelang Iduladha,” ujar Nining.
Pelaksanaan Pasar Murah Iduladha 2026 turut berkolaborasi dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jabar.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar, pemerintah kabupaten/kota, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).***
Sumber: Humas Pemprov Jabar

















